Home / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:37 WIB

Iran Gunakan Jammer Militer untuk Lumpuhkan Starlink

blackout digital

blackout digital

Teheran, http://Eksisjambi.com– Iran di laporkan memasuki fase baru dalam praktik pemadaman internet (digital blackout) dengan menggunakan jammer militer canggih untuk mengganggu layanan satelit Starlink.

Langkah ini di sebut-sebut sebagai eskalasi serius dalam upaya rezim membatasi arus informasi di tengah gelombang protes besar yang terus berlangsung di berbagai wilayah negara tersebut.

Laporan dari lembaga pemantau internet global NetBlocks mengonfirmasi terjadinya jamming berskala besar terhadap konektivitas Starlink di Iran. Pada tahap awal, sekitar 30 persen lalu lintas uplink dan downlink Starlink mengalami gangguan. Namun dalam hitungan jam, tingkat gangguan melonjak drastis hingga 80 persen, membuat sebagian besar koneksi satelit lumpuh.

Padahal, menurut berbagai estimasi, terdapat puluhan ribu unit Starlink yang beroperasi secara aktif di Iran dan selama ini menjadi salah satu jalur utama warga untuk mengakses informasi global, terutama saat jaringan internet nasional di batasi atau di matikan sepenuhnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Edi Purwanto : RS Terapung Laksamana Malahayati Siap Layani Masyarakat Berobat Gratis

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa jammer yang di gunakan merupakan peralatan militer berdaya tinggi yang di duga di pasok oleh Rusia.

Teknologi ini mampu mengacaukan sinyal satelit secara langsung, berbeda dengan pemutusan internet konvensional yang hanya mematikan jaringan berbasis darat.

Meski demikian, beberapa laporan lapangan menyebutkan bahwa sebagian kecil pengguna di wilayah tertentu masih dapat mengakses Starlink, mengindikasikan bahwa gangguan belum sepenuhnya merata atau terdapat celah teknis dalam operasi jamming tersebut.

Para analis menyebut langkah Iran ini sebagai bentuk “weaponizing connectivity” atau menjadikan konektivitas digital sebagai senjata politik dan keamanan sebuah praktik yang di nilai belum pernah terjadi sebelumnya dalam skala dan intensitas seperti ini.

“Ini bukan sekadar pemadaman internet, tetapi penggunaan teknologi militer untuk membungkam akses informasi global,” ujar salah satu analis keamanan siber internasional.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Sikap Indonesia dalam Perundingan dengan AS

Di balik upaya pengendalian informasi, Iran harus menanggung kerugian ekonomi yang sangat besar. Para ekonom memperkirakan pemadaman konektivitas ini menyebabkan kerugian hingga US$1,56 juta per jam. Dalam kurun waktu 96 jam, total kerugian di taksir menembus lebih dari US$130 juta.

Shutdown digital ini berdampak langsung pada aktivitas bisnis, sistem keuangan, perdagangan lintas wilayah, serta layanan publik yang bergantung pada koneksi internet.

Pemutusan dan gangguan konektivitas ini semakin memperparah isolasi warga, terutama di tengah situasi protes. Akses terhadap informasi independen, pelaporan korban sipil, koordinasi bantuan, hingga komunikasi antarwilayah menjadi sangat terbatas.

Penggunaan jammer militer untuk membungkam Starlink menandai babak baru dalam kontrol informasi oleh negara, sekaligus memperlihatkan harga mahal baik secara ekonomi maupun sosial yang harus di bayar demi mempertahankan kekuasaan.**

Share :

Baca Juga

Bangko

Babinsa 420-08/Tabir Menghadiri Undangan Upacara HUT Kecamatan Tabir Barat Ke-16
Kenduri Swarna Bhumi

Advertorial

Kenduri Swarnabhumi, Angkat Filosofi Batik dan Songket

Advertorial

Pjs.Fery Kusnandi Hadiri Rakor Pemerintah Pusat dan Daerah
hadiah event game

Daerah

Event Perayaan Kembang Api Hadir Terbatas! Hadiah Kolaborasi SpongeBob Menanti 

Bangko

Tenaga “Siluman” Kontrak

Advertorial

Terbukti…!!! Wako Ahmadi Berhasil Angkat Pendidikan Kota Sungai Penuh Ke Level Nasional
Kunjungan Kerja Presiden Prabowo ke Jepang

Daerah

Presiden Prabowo Tiba di Tokyo, Awali Kunjungan Resmi Perdana ke Jepang

Advertorial

DPD Bledek Qiuteres Nusantara (BQN) Ucapkan Terimakasih Atas Kunjungan Kesbangpol Kabupaten Tebo