Laut Arab, http://Eksisjambi.com – Militer Amerika Serikat menembak jatuh sebuah drone milik Iran yang terbang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di perairan internasional Laut Arab.
Tindakan tersebut di lakukan sebagai langkah perlindungan setelah drone itu di nilai bergerak mendekat dengan maksud yang tidak jelas dan berpotensi membahayakan keselamatan kapal serta awaknya.
Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat mengatakan, insiden itu terjadi saat USS Abraham Lincoln tengah menjalankan operasi rutin di kawasan tersebut. Drone Iran terdeteksi mendekati kapal induk dalam jarak yang di anggap tidak aman.
“Drone tersebut mendekat tanpa memberikan kejelasan maksud dan tidak merespons upaya peringatan. Demi keselamatan kapal dan awak, langkah defensif di ambil sesuai prosedur,” ujar pejabat pertahanan AS tersebut, seperti di kutip dari laporan media internasional.
Menurut keterangan resmi, militer AS sempat melakukan sejumlah langkah pencegahan sebelum akhirnya mengambil keputusan untuk menembak jatuh drone tersebut.
Aksi penindakan di lakukan menggunakan pesawat tempur yang lepas landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan di pihak Amerika Serikat akibat insiden tersebut. Pihak militer AS juga menegaskan bahwa kapal induk berada di perairan internasional saat kejadian berlangsung.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, khususnya terkait aktivitas militer serta keamanan jalur pelayaran strategis di kawasan Timur Tengah.
Wilayah Laut Arab dan sekitarnya selama ini menjadi salah satu jalur vital perdagangan global sekaligus area sensitif dari sisi geopolitik.
Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa tindakan yang di ambil telah sesuai dengan aturan keterlibatan (rules of engagement) dan bertujuan semata-mata untuk melindungi aset militer serta personel yang bertugas.
Hingga berita ini di turunkan, pihak Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden penembakan drone tersebut. Meski demikian, Washington menyatakan tetap membuka jalur diplomasi dengan Teheran, sembari menegaskan komitmennya untuk mengambil langkah yang di anggap perlu demi menjaga keamanan dan kepentingan nasional AS di kawasan.**
Sumber: Reuters, Associated Press (AP)







