Solok Selatan,http://Eksosjambi.com – Sebuah ruas jalan dengan panorama perbukitan yang membelah hamparan perkebunan kelapa sawit di kawasan Sungkai–Surai, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, tengah menjadi perbincangan di media sosial.
Keindahan lanskapnya yang memanjakan mata menjadikan lokasi ini sebagai destinasi wisata baru yang ramai di kunjungi masyarakat, terutama pada sore hari.
Meski hingga kini belum memiliki nama resmi, kawasan yang dikenal masyarakat sebagai Puncak Bukit Sungkai–Surai menawarkan pemandangan jalan berkelok di atas perbukitan dengan latar hamparan kebun sawit yang luas.
Dari ketinggian, panorama tersebut menghadirkan suasana seolah berada di tengah lautan hijau yang membentang tanpa batas.
Setiap sore, lokasi ini dipadati pengunjung yang datang untuk menikmati angin senja, bersantai bersama keluarga maupun teman, sekaligus mencicipi kuliner sederhana yang dijajakan warga sekitar.
Awalnya, pengunjung hanya berasal dari wilayah Kecamatan Sangir Balai Janggo. Namun, seiring banyaknya foto dan video yang diunggah ke media sosial, kawasan ini mulai menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah seperti Padang Aro, Abai, Muara Labuh, Kabupaten Dharmasraya, hingga Kerinci dan Kota Sungai Penuh di Provinsi Jambi.
Fenomena tersebut menunjukkan kuatnya promosi digital melalui media sosial. Hampir setiap pengunjung mengabadikan momen di lokasi ini, kemudian membagikannya melalui berbagai platform. Konten-konten tersebut terus menarik rasa penasaran pengguna media sosial lainnya untuk datang dan membuat unggahan serupa.
Apabila dikelola secara baik, kawasan Sungkai–Surai dinilai memiliki peluang besar berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di Solok Selatan. Selain menawarkan panorama alam, kawasan ini juga berpotensi dikembangkan menjadi agrowisata kelapa sawit.
Konsep agrowisata memberikan pengalaman kepada wisatawan untuk mengenal lebih dekat aktivitas perkebunan, mulai dari proses penanaman, perawatan, panen hingga pengolahan hasil kelapa sawit. Wisata edukatif seperti ini cukup diminati wisatawan, terutama wisatawan mancanegara yang ingin merasakan kehidupan pedesaan secara langsung.
Pengunjung juga dapat diajak berinteraksi dengan masyarakat setempat melalui berbagai aktivitas, seperti belajar berkebun, mengenal budaya lokal, hingga menikmati kuliner khas daerah. Pengalaman autentik tersebut diyakini mampu membuat wisatawan tinggal lebih lama di kawasan wisata.
Semakin panjang lama tinggal wisatawan, semakin besar pula dampak ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat. Kehadiran wisatawan berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, pedagang kuliner, penyedia homestay, jasa transportasi, hingga produk-produk lokal lainnya.
Dengan pengelolaan yang terencana, didukung infrastruktur memadai serta tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, Jalan Viral Sungkai–Surai berpeluang menjadi ikon wisata baru Kabupaten Solok Selatan yang tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai destinasi agrowisata berbasis perkebunan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.*







