Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Minggu, 12 April 2026 - 20:09 WIB

Gunung Merapi Tiga Kali Luncurkan Awan Panas, Status Masih Siaga (Level III)

Gunung Merapi kembali mengalami peningkatan aktivitas dengan tiga kali awan panas guguran

Gunung Merapi kembali mengalami peningkatan aktivitas dengan tiga kali awan panas guguran

Yogyakarta,http://Eksisjambi.com  –  Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas intensif Gunung Merapi yang memuntahkan awan panas guguran sebanyak tiga kali pada Minggu pagi (12/4). Aktivitas vulkanik ini merupakan kelanjutan dari peningkatan aktivitas yang telah terdeteksi sejak Sabtu malam (11/4).

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa awan panas guguran pertama terjadi pada pukul 05.45 WIB dengan jarak luncur mencapai 1.500 meter. Peristiwa tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 47,9 mm dan durasi 166,4 detik, mengarah ke hulu Kali Boyong.

Awan panas kedua menyusul pada pukul 07.41 WIB dengan jarak luncur 1.400 meter, amplitudo maksimum 18,2 mm, serta durasi 132,1 detik, juga mengarah ke Kali Boyong. Sementara itu, awan panas ketiga terjadi pada pukul 08.21 WIB dengan jarak luncur lebih jauh, yakni 2.000 meter, amplitudo maksimum 26,7 mm, dan durasi 154,4 detik ke arah yang sama.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Tegaskan Komitmen Perencanaan APBD Transparan

Berdasarkan pengamatan hingga Sabtu (11/4) pukul 24.00 WIB, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai 475–525 meter di atas puncak. Dalam periode tersebut, tercatat dua kali awan panas guguran ke arah Kali Boyong dengan jarak maksimum 1.500 meter.

Selain itu, aktivitas guguran lava juga cukup tinggi dengan total 36 kali kejadian ke arah barat daya, meliputi aliran Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Boyong, dengan jarak luncur maksimum hingga 2.000 meter.

Memasuki Minggu dini hari (00.00–06.00 WIB), aktivitas masih berlanjut. Asap kawah terpantau setinggi 500 meter dengan intensitas sedang. Pada periode ini, terjadi satu kali awan panas guguran sejauh 1.500 meter ke arah barat daya, serta sembilan kali guguran lava dengan jarak maksimum 1.900 meter.

BPPTKG menegaskan bahwa status aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada pada SIAGA (Level III). Potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas masih mengancam sektor selatan hingga barat daya.

Baca Juga :  Bukti Sains: Terlalu Baik ke Semua Orang Bisa Hancurkan Dirimu Sendiri

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi:

  • Sungai Boyong hingga radius 5 km
  • Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km
  • Sektor tenggara seperti Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km)

Selain itu, jika terjadi letusan eksplosif, material vulkanik dapat terlontar hingga radius 3 km dari puncak.

Agus menambahkan bahwa data pemantauan menunjukkan suplai magma masih terus berlangsung di dalam tubuh gunung. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya awan panas guguran dalam wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.

Masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi di imbau untuk tetap waspada, tidak beraktivitas di zona berbahaya, serta mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat guna menghindari risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik yang masih tinggi.**

Share :

Baca Juga

Hukum

DPR RI Setujui Revisi UU Menjadi Undang-undang TNI
kode redeem MLBB, kode redeem Mobile Legends terbaru, MLBB April 2026

Daerah

Daftar Kode Redeem Mobile Legends: Bang Bang 8 April 2026 Lengkap
PPPK

Daerah

Kabar Baik, Pemerintah Segera Alihkan Status PPPK Paruh Waktu ke Full Time

Daerah

Viral..Bidan Berenang Mendapat Perhatian Pemerintah

Daerah

Wako AJB Hadiri Pekan Vaksinasi Covid-19 Lansia Kota Sungai Penuh
Istimewa

Daerah

Kasus Ijazah Amrizal Mengemuka, Integritas Verifikasi KPU – Bawaslu Kerinci Jadi Sorotan

Bangko

Tim Sat Reskrim Polres Merangin Oleh TKP Penemuan Mayat

Daerah

Kadis Maya Novefri, Jalan Renah Pemetik Mulai di Bangun akhir bulan Februari