http://Eksisjambi.com – Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap krisis pangan global, keberadaan pohon sukun kembali mendapat perhatian sebagai salah satu sumber pangan lokal yang memiliki potensi besar. Tanaman yang telah lama tumbuh di pekarangan masyarakat ini di nilai mampu menjadi alternatif pangan bergizi sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.
Sukun di kenal sebagai tanaman yang mudah di budidayakan di wilayah tropis. Pohon sukun dewasa mampu menghasilkan ratusan buah setiap tahun dalam dua hingga tiga musim panen, dengan puncak produksi umumnya terjadi pada Maret–April dan Juli–Agustus. Di sejumlah daerah tropis basah seperti Maluku dan Papua, tanaman ini bahkan dapat berbuah hampir sepanjang tahun.
Keunggulan lainnya, sukun dapat tumbuh dengan baik di lahan marginal dan tidak memerlukan perawatan yang rumit. Kondisi tersebut membuat tanaman ini cocok di kembangkan sebagai sumber pangan berkelanjutan, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan.
Dari sisi gizi, buah sukun mengandung karbohidrat kompleks yang mampu memberikan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, sukun juga bebas gluten serta kaya akan serat, sehingga menjadi pilihan yang baik bagi masyarakat yang ingin menerapkan pola makan lebih sehat.
Potensi ekonomi sukun juga cukup besar. Buah ini dapat di olah menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah, mulai dari tepung sukun sebagai bahan baku kue dan mi, keripik, kolak, hingga di jadikan pengganti nasi. Ragam olahan tersebut membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM sekaligus meningkatkan nilai jual hasil pertanian lokal.
Para pemerhati pertanian menilai pengembangan pangan lokal seperti sukun merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat di versifikasi pangan nasional. Dengan tidak bergantung pada satu jenis bahan pangan pokok, masyarakat dapat memiliki pilihan konsumsi yang lebih beragam dan tahan terhadap gejolak pasokan pangan.
Melalui pemanfaatan tanaman yang telah tersedia di lingkungan sekitar, sukun tidak lagi hanya berfungsi sebagai pohon peneduh. Lebih dari itu, tanaman ini memiliki potensi menjadi salah satu penopang ketahanan pangan keluarga, desa, hingga nasional apabila di kelola dan di kembangkan secara optimal.*







