Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Senin, 4 Mei 2026 - 13:25 WIB

Jambi Dorong Peran sebagai Pionir Pertumbuhan Hijau Nasional dan Global

Jambi,http://Eksisjambi.com  –  Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau. Komitmen ini di sampaikan dalam closing meeting fase pra-investasi Program BioCF ISFL (BioCarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes) Tahun Anggaran 2022–2026.

Kegiatan berlangsung di Swiss-Belhotel, Kota Jambi, Senin (4/5/2026).

Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, hadir langsung dalam acara tersebut. Turut hadir Kepala Bappeda Provinsi Jambi Agus Sunaryo, jajaran tenaga ahli gubernur, serta perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan mitra pembangunan.

Program BioCF ISFL merupakan inisiatif global. Program ini bertujuan menurunkan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+). Selain itu, program ini juga mendorong ekonomi hijau dan tata kelola lahan yang berkelanjutan.

Abdullah Sani mengatakan, Jambi memiliki potensi besar di sektor kehutanan. Luas kawasan hutan di provinsi ini mencapai lebih dari 2,1 juta hektare. Selain itu, Jambi juga memiliki ekosistem gambut dan mangrove yang penting.

Baca Juga :  Jelang Operasi Bedah Jantung Pertama di Jambi, Gubernur Al Haris Pantau Persiapan RSUD Raden Mattaher

Namun, Jambi juga menghadapi tantangan. Deforestasi, degradasi lahan, dan perubahan iklim masih menjadi isu utama.

“Program ini mendukung pembangunan rendah emisi yang selaras dengan RPJMD Provinsi Jambi,” kata Sani.

Ia menjelaskan, pada fase pra-investasi, fokus program meliputi penguatan kelembagaan dan koordinasi lintas sektor. Selain itu, di lakukan penyelarasan kebijakan, peningkatan kapasitas SDM, serta penerapan praktik ramah lingkungan.

Penguatan sistem monitoring dan evaluasi (M&E) serta Measurement, Reporting, and Verification (MRV) juga menjadi perhatian. Sistem ini penting untuk memastikan pelaporan yang akuntabel.

Sani menambahkan, Jambi menargetkan penurunan emisi lebih dari 17 juta ton CO₂e pada periode 2021–2025. Provinsi ini juga berkontribusi sekitar 10 persen terhadap target nasional FOLU Net Sink 2030.

Saat ini, program BioCF ISFL memasuki tahap akhir fase pra-investasi. Pemerintah juga tengah menyiapkan fase pembayaran berbasis kinerja melalui skema ERPA.

Baca Juga :  Prabowo Temui 13 Raksasa Industri Jepang di Tokyo

“Dengan harga karbon USD 7 per ton CO₂e, potensi penerimaan Jambi bisa mencapai USD 70 juta,” ujarnya.

Sani menegaskan, pengelolaan lingkungan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Hal ini sudah di masukkan dalam RPJMD dan roadmap ekonomi hijau Jambi.

“Pembangunan harus menjaga keseimbangan antara ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia optimistis Jambi dapat menjadi contoh nasional. Menurutnya, hutan tidak hanya sebagai aset lingkungan, tetapi juga sumber kesejahteraan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Jambi, Agus Sunaryo, menilai fase pra-investasi memberikan banyak pelajaran penting. Hasil evaluasi akan di gunakan untuk menyusun kebijakan ke depan.

“Program penurunan emisi akan kami integrasikan dalam perencanaan pembangunan daerah,” kata Agus.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar daerah. Menurutnya, dukungan kabupaten dan kota sangat menentukan keberhasilan program ini.

“Kita harus menjaga hutan sekaligus mendorong ekonomi. Ini tanggung jawab bersama,” tutupnya.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Final Batu Gong Cup I 2026 Berlangsung Meriah, Wako Alfin Apresiasi Sportivitas dan Kebersamaan

Daerah

PETI di TNKS Kian Mengkhawatirkan, Ketua Pemuda Melayu Jambi Soroti Sikap Kapolda yang Bungkam

Daerah

Visual Merapi Pagi Ini: 26 Kali Guguran Lava, Jarak Luncur Capai 2 Kilometer
Arus Mudik Lebaran 2026 Mencapai Puncak, Kepadatan

News

Arus Mudik Lebaran 2026 Mencapai Puncak, Kepadatan Terjadi di Sejumlah Jalur Utama

Advertorial

PJ.Bupati Merangin Ikut Tanam Jagung Serentak Satu Juta Hektar Lahan

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Upayakan Pelayanan Call Centre 112 yang Terintegrasi melalui Study Tiru ke Dinas Kominfo Kota Bandung

Daerah

Gempa Susulan Flores M7,7 Capai 15.478 Kali, BMKG: Pola Peluruhan Mulai Terlihat
TNI AL

Daerah

Sigap dan Tanggap, Batalyon Howitzer 3 Marinir Ikuti Latgab Pertahanan Pangkalan DBAL