Hamparan Rawang,Eksisjambi.com – Tradisi lama masyarakat kembali bangkit di Desa Tanjung Muda, Kecamatan Hamparan Rawang, kota Sungai penuh.
Nampak warga setempat mulai menghidupkan kembali teknik pangko aleh, sebuah cara mengolah lahan tanpa menggunakan cangkul yang sudah hilang selama lebih dari 30 tahun.
Pangko aleh di lakukan dengan cara membedah lahan menggunakan parang panjang. Setelah tanah di buka, bagian tepi lahan di injak secara bersamaan oleh beberapa orang hingga menjadi padat dan Teknik ini sangat cocok di terapkan pada lahan gambut tipis dengan ketebalan maksimal 50 sentimeter.
Menurut Tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Albert, pangko aleh bukan sekadar teknik bercocok tanam, tetapi juga merupakan warisan kearifan lokal yang dulu sangat membantu petani dalam mengolah tanah gambut tanpa merusak struktur alaminya.
“Dulu setiap musim tanam, cara ini selalu di pakai oleh orang tua kita, Selain hemat tenaga, hasil panen juga bisa lebih baik karena tanah tetap terjaga,” ujar PPL Albert.
Kini, setelah tiga dekade menghilang, pangko aleh kembali di galakkan oleh masyarakat setempat, Pemerintah desa dan kelompok tani juga menyatakan dukungannya, karena teknik ini dinilai sejalan dengan semangat menuju swasembada pangan yang sedang di gencarkan pemerintah.
Kembalinya pangko aleh di sambut luar biasa oleh warga. Selain menghidupkan budaya yang hampir punah, tradisi ini juga di harapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah serta menjaga kelestarian lingkungan lahan gambut.(*)







