Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Selasa, 27 Januari 2026 - 08:55 WIB

Kehadiran Capung Mulai Berkurang, Alarm bagi Keseimbangan Lingkungan

populasi capung menurun

populasi capung menurun

http://Eksisjambi.com– Capung merupakan salah satu serangga tertua di bumi yang keberadaannya kerap di anggap biasa oleh masyarakat. Namun, di balik tubuh ramping dan sayap transparannya, capung memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya sebagai predator alami nyamuk.

Seekor capung dewasa di ketahui mampu memangsa lebih dari 100 ekor nyamuk dalam satu hari. Kemampuan ini menjadikannya sebagai “pembasmi nyamuk alami” yang jauh lebih ramah lingkungan di bandingkan penggunaan bahan kimia pembasmi serangga.

Keberadaan capung secara tidak langsung membantu menekan risiko penyebaran penyakit yang di tularkan nyamuk, seperti demam berdarah dan malaria.

Keunggulan capung dalam berburu mangsa di dukung oleh penglihatannya yang sangat tajam. Mata majemuk capung tersusun dari ribuan lensa kecil yang memungkinkan serangga ini mendeteksi gerakan mangsa dengan tingkat akurasi tinggi.

Baca Juga :  Swedia Kehabisan Sampah, Negara Paling Efisien Kelola Limbah Justru Impor 800.000 Ton Sampah Per Tahun

Saat terbang, capung mampu menangkap nyamuk langsung di udara menggunakan kakinya tanpa harus mendarat. Kecepatan dan kelincahan tersebut membuat nyamuk nyaris tidak memiliki peluang untuk menghindar.

Peran capung sebagai pengendali nyamuk tidak hanya terjadi saat fase dewasa. Pada fase larva yang hidup di perairan, capung juga menjadi predator bagi jentik nyamuk. Dengan demikian, capung membantu menekan populasi nyamuk sejak tahap awal siklus hidupnya. Peran ini sangat penting bagi ekosistem perairan seperti sawah, sungai, kolam, dan rawa.

Namun, saat ini kehadiran capung mulai semakin jarang di jumpai. Penggunaan pestisida secara berlebihan, pencemaran air, serta berkurangnya habitat alami menjadi faktor utama menurunnya populasi capung di berbagai daerah. Kondisi tersebut menjadi sinyal peringatan akan terganggunya keseimbangan lingkungan.

Baca Juga :  Warga Resah! Air Batang Merao Keruh Lagi, Aktivitas Galian C Ilegal Disorot

Padahal, dengan menjaga kebersihan perairan, mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, serta melestarikan habitat alami, manusia sebenarnya dapat “memelihara” capung sebagai pengendali nyamuk alami. Upaya ini sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Capung bukan sekadar serangga indah yang beterbangan di sore hari. Ia adalah penjaga keseimbangan alam, sekutu manusia dalam mengendalikan nyamuk, sekaligus indikator penting kesehatan lingkungan. Melindungi capung berarti turut menjaga ekosistem dan kesehatan manusia itu sendiri.**

 

Share :

Baca Juga

Banjir bandang mematikan menerjang perbatasan Nepal dan Tibet

Daerah

Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet

Kerinci

Kantor Imigrasi Kerinci Luncurkan Inovasi PUISI

Advertorial

Diserahkan Gubernur Al Haris,1.259 Siswa Tidak Mampu di Kota Jambi Terima Bantuan Dumisake Pendidikan

Daerah

DPR RI : Kekayaan Nikel Sultra Harus Sejahterakan Rakyat
Mi-35

Internasional

Penampakan Helikopter Canggih Mi-35 TNI AD, Sang Predator Udara yang Siap Tempur

Daerah

PLTA PT. KMH Gelar Vaksinasi Covid-19 Tahap II Secara massal.
Hesti Haris

Advertorial

Hj. Hesti Haris Apresiasi SPPG Pasir Putih Jambi
game terbaru 2026

Daerah

20 Game Paling Dinantikan Tahun 2026, GTA 6 Jadi Magnet Utama Industri Game Global