Islami – Di tengah kesibukan dunia yang kian menyita perhatian, manusia kerap terlena dan lupa pada satu hal yang pasti: waktu tidak pernah berhenti menunggu. Detik demi detik terus berjalan, usia perlahan berkurang, sementara tanpa disadari dosa terus bertambah.
Kini, sekitar 60 hari lagi, bulan suci Ramadhan akan kembali menyapa umat Islam di seluruh dunia. Bulan penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan itu selalu dinanti sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat ibadah, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, tak ada satu pun yang dapat memastikan apakah usia masih akan sampai untuk bertemu dengannya.
Kesadaran inilah yang seharusnya menggugah hati. Menunda kebaikan dengan alasan “nanti di Ramadhan” kerap menjadi jebakan. Padahal, ajal dapat datang kapan saja, tanpa aba-aba, tanpa mengenal waktu dan tempat. Kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki ibadah sejatinya adalah hari ini, saat ini juga, bukan menunggu waktu yang belum tentu tiba.
Para ulama kerap mengingatkan bahwa orang beriman adalah mereka yang mempersiapkan diri jauh sebelum Ramadhan datang. Bukan hanya menunggu suasana, tetapi menyambutnya dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan amal yang terus diperbaiki sejak sekarang.
Harapan pun terus dipanjatkan. Di setiap doa, terselip kerinduan agar Allah SWT masih memberi kesempatan untuk berjumpa dengan bulan mulia tersebut. Sebagaimana doa yang sering dilantunkan umat Islam menjelang Ramadhan:
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَان
“Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”
Semoga Allah SWT masih memanjangkan usia kita, memberikan kesehatan, serta meneguhkan iman agar dapat kembali merasakan keberkahan Ramadhan dan mengisinya dengan amal terbaik.(*)







