Eksisjambi.com,KERINCI – Pemerintah pusat terus mendorong Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, menjadi pusat produksi pangan strategis nasional. Dalam kunjungannya ke daerah berjuluk “Sekepal Tanah Surga” tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menetapkan target ambisius: optimalisasi 12.000 hektare lahan pertanian, didukung bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pembangunan infrastruktur irigasi modern.
“Kerinci punya potensi luar biasa dalam hal produksi beras. Dengan intervensi teknologi dan infrastruktur, daerah ini akan menjadi motor swasembada pangan, tidak hanya untuk Jambi, tapi juga untuk ekspor,” ujar Mentan Amran di sela-sela kunjungan kerjanya DiKerinci dan kota sungai penuh.
Kerinci selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Provinsi Jambi. Dengan topografi yang mendukung serta budaya pertanian yang kuat, daerah ini disebut berpotensi mengalami surplus beras signifikan.
“Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Kerinci tidak hanya akan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi juga siap menyuplai beras ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia,” tambah Amran.
Target ekspor ini sejalan dengan program nasional Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) yang digagas Kementerian Pertanian.
Guna mendorong produktivitas petani, Kementan akan menyalurkan berbagai bantuan strategis, termasuk traktor, pompa air, rice transplanter, dan combine harvester. Selain itu, pembangunan infrastruktur irigasi menjadi prioritas untuk memastikan ketersediaan air secara berkelanjutan.
“Pertanian modern hanya bisa tercapai dengan mekanisasi. Petani Kerinci harus melek teknologi, dan pemerintah siap memfasilitasi,” tegas Amran.
Pemerintah Kabupaten Kerinci menyambut positif langkah pemerintah pusat ini. Bupati Kerinci, melalui perwakilannya, menyatakan komitmen penuh dalam menyediakan data lahan, mendampingi petani, serta memastikan kelancaran program.
Sementara itu, para petani di berbagai kecamatan menyambut gembira bantuan dan perhatian ini. “Kami sangat berharap hasil panen ke depan makin baik dan harga juga stabil. Kalau bisa ekspor, itu kebanggaan bagi kami,” ujar Roni, petani asal Kayu Aro.(*)







