Home / Daerah / Internasional / Kerinci / Nasional / News

Minggu, 5 April 2026 - 21:33 WIB

Kerinci Sukses Jadi Tuan Rumah Event Trail Ultra Internasional, Ratusan Pelari Taklukkan Medan Ekstrem

Kabupaten Kerinci sukses menjadi tuan rumah event trail ultra internasional

Kabupaten Kerinci sukses menjadi tuan rumah event trail ultra internasional

Kerinci,http://Eksisjambi.com  –  Kabupaten Kerinci sukses menjadi tuan rumah ajang olahraga ekstrem trail ultra yang di selenggarakan oleh F One Sport pada 4–5 April 2026. Event bergengsi ini di ikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, yang datang untuk menaklukkan medan alam sekaligus menikmati pesona wisata unggulan Kerinci.

Ajang trail ultra tersebut menghadirkan rute menantang yang melintasi sejumlah ikon wisata terkenal di wilayah Kerinci. Di antaranya Gunung Kerinci, Air Terjun Telun Berasap, Danau Gunung Tujuh, Perkebunan Teh Kayu Aro, Rawa Bento, hingga kawasan konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat. Kombinasi panorama alam dan tingkat kesulitan lintasan menjadi daya tarik utama bagi para pelari pencinta petualangan.

Trail ultra sendiri merupakan cabang olahraga lari jarak jauh di alam terbuka dengan jarak melebihi maraton (42,195 kilometer). Lomba ini biasanya menempuh jarak mulai dari 50 kilometer hingga lebih dari 160 kilometer, dengan karakteristik medan yang ekstrem seperti jalur hutan, pegunungan, hingga tanah berbatu.

Baca Juga :  Ayi Tafsut Kayu Aro Jadi Primadona Wisata di Kerinci Provinsi Jambi 

Selain jarak yang panjang, tantangan lain dalam trail ultra adalah elevasi tinggi dengan tanjakan dan turunan curam serta durasi lomba yang dapat berlangsung berjam-jam bahkan berhari-hari. Peserta juga di tuntut mandiri dengan membawa perlengkapan pribadi seperti logistik, air minum, hingga lampu penerangan.

Event ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana menguji ketahanan fisik dan mental para peserta. Selain itu, kegiatan ini memperkuat koneksi antar komunitas pelari, memberikan pengalaman eksplorasi alam yang mendalam, serta membuka peluang memperoleh poin kualifikasi International Trail Running Association (ITRA).

Daya tarik utama trail ultra bukan terletak pada hadiah materi, melainkan pada kepuasan batin, pencapaian personal, serta pengalaman berinteraksi langsung dengan alam. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasme peserta meskipun hadiah yang di tawarkan relatif terbatas.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Kerinci Ringkus Pengedar Sabu di Hiang Tinggi, Amankan 5,9 Gram Barang Bukti

Sebagai perbandingan, sejumlah event trail ultra bergengsi dunia seperti Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB) dan di Indonesia seperti Bromo Tengger Semeru Ultra juga mengusung konsep serupa, yakni menggabungkan olahraga, petualangan, dan eksplorasi alam.

Untuk mengikuti ajang trail ultra, peserta umumnya harus memiliki kondisi fisik prima, pengalaman di lomba trail sebelumnya, serta memenuhi standar perlengkapan wajib. Bahkan pada event tertentu, peserta di wajibkan mengumpulkan poin kualifikasi dari berbagai kompetisi trail ultra lainnya.

Dengan terselenggaranya event ini, Kerinci di harapkan semakin di kenal sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia. Ke depan, ajang serupa di harapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan olahraga.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Indonesia Kembangkan Sistem Roket Pemandu 70 mm
Peringatan tsunami dikeluarkan pasca gempa M7,4 di lepas pantai Miyako, Jepang.

Internasional

Peringatan Tsunami Pasca Gempa M7,4 di Lepas Pantai Miyako, Jepang
Gunung Malintang

Artikel

Gunung Malintang Ujung Gading, Pesona Alam di Sumatera Barat

Internasional

Mengungkap 10 Negara Dengan Utang Terbesar di Dunia

Daerah

Sesar Besar Sumatra Sepanjang 1.900 Km, Bisakah Bergeser Sekaligus Seperti di Myanmar dan Turki?
rebound hypertension

Daerah

Merasa Sehat, Banyak Penderita Hipertensi Hentikan Obat

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila
Presiden Kolombia

News

Presiden Kolombia Sebut New York Tak Lagi Layak Jadi Markas Besar PBB