Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Sosbud

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:39 WIB

Kisah Syekh Kiramatullah Ungku Saliah dari Pariaman

Syekh Kiramatullah Ungku Saliah

Syekh Kiramatullah Ungku Saliah

Religi, Eksisjambi.com  – Bagi banyak pengunjung rumah makan Padang di berbagai daerah, foto seorang lelaki tua berpeci hitam dengan sorban kotak-kotak mungkin terasa sangat akrab. Potret tersebut kerap terpajang di dinding restoran sebagai bagian dari dekorasi yang sarat makna.

Sosok dalam foto itu adalah Syekh Kiramatullah Ungku Saliah, seorang ulama karismatik asal Minangkabau yang dikenal luas karena ilmu agama, kesalehan, serta berbagai kisah karomah yang melekat pada dirinya.

Ungku Saliah lahir sekitar tahun 1887 di Pasa Panjang, Sungai Sariak, wilayah Pariaman. Sejak usia muda, ia telah menempuh pendidikan agama secara mendalam.

Ia dikenal sebagai seorang ahli tarekat yang menekuni ilmu zikir dan tasawuf. Dalam perjalanan menuntut ilmu, Ungku Saliah belajar kepada sejumlah ulama besar di Minangkabau yang pada masa itu menjadi pusat pengajaran Islam di Sumatera Barat.

Baca Juga :  Menjadi Pelopor di Wilayah Binaan, Babinsa Sertu Hardianto Bantu Pengecoran Jalan

Julukan “Saliah” yang melekat pada namanya diberikan karena ketekunan serta kesalehannya selama menimba ilmu agama.

Di tengah masyarakat, Ungku Saliah tidak hanya dikenal sebagai guru agama, tetapi juga sosok spiritual yang diyakini memiliki karomah.

Berbagai kisah tentang keistimewaannya masih diceritakan secara turun-temurun, mulai dari kemampuannya menyembuhkan penyakit menggunakan rumput dan batu, membelokkan banjir melalui doa, hingga cerita bahwa ia dapat hadir di dua tempat sekaligus.

Kisah-kisah tersebut menjadikan Ungku Saliah sebagai tokoh yang dihormati dan dikeramatkan oleh sebagian masyarakat, terutama di kalangan warga Minangkabau.

Potret Ungku Saliah kemudian mulai banyak dipajang di rumah makan Padang yang dimiliki para perantau asal Pariaman. Tradisi ini berkembang sebagai bentuk penghormatan terhadap ulama yang dianggap berjasa dalam kehidupan spiritual masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur Alharis Dukung Pelantikan Pangda JMSI Prov.Jambi

Bagi sebagian pemilik usaha, foto tersebut bukan sekadar hiasan dinding. Mereka meyakini potret sang ulama membawa keberkahan, perlindungan, serta ketenangan dalam menjalankan usaha.

Karena itu, tidak jarang pengunjung menemukan foto yang sama di berbagai rumah makan Padang di Indonesia.

Ungku Saliah wafat pada 3 Agustus 1974 dan dimakamkan di kampung halamannya di Sungai Sariak, Pariaman. Hingga kini, makamnya masih ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.

Bagi masyarakat Minangkabau, sosok Ungku Saliah tidak hanya dikenang sebagai ulama besar, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai tradisi, tokoh spiritual, serta inspirasi bagi kehidupan religius masyarakat.**

 

Share :

Baca Juga

DPRD Tanjung Jabung Timur

Advertorial

DPRD Gelar Paripurna HUT ke 26 Tanjab Timur

Internasional

Mengungkap 10 Negara Dengan Utang Terbesar di Dunia

Advertorial

Ketua DPRD Edi Purwanto Terima Kunjungan Wakil Konsultan Amerika Sumatera 

Kerinci

Haris-Sani Persembahkan Kado Istimewa  Untuk Sakti Alam Kerinci Jembatan Kelok Sago Termegah di Provinsi Jambi 

Advertorial

Wagub Sani Buka MTQ ke-19 Kabupaten Tebo,Ajak Masyarakat Muliakan Ahli Alquran

Daerah

Wawako Antos Evaluasi Target Vaksinasi Covid-19

Advertorial

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Ikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-96

Daerah

Daftar Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 17 Maret 2026