Bali, Eksisjambi.comĀ – Komisi VI DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Bali pada Kamis, 18 Juni 2026, guna membahas berbagai isu strategis terkait penguatan ekonomi kerakyatan, optimalisasi peran koperasi, pengembangan UMKM, serta peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dalam pertemuan bersama sejumlah mitra kerja, Komisi VI DPR RI menekankan pentingnya memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai pusat distribusi barang dan jasa di tingkat desa. Langkah ini dinilai dapat memangkas rantai distribusi yang selama ini menyebabkan tingginya harga barang di tingkat konsumen sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Selain berfungsi sebagai simpul distribusi, KDMP juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak hilirisasi sektor pangan. Dengan pengelolaan yang lebih terintegrasi, koperasi dapat membantu meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan memperluas akses pasar bagi para petani serta pelaku usaha lokal.
Komisi VI DPR RI juga menyoroti pentingnya menjaga keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pasar tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Menurut Komisi VI, keberadaan UMKM dan pasar tradisional harus terus diperkuat agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital dan modernisasi sektor perdagangan.
Di sektor energi, Komisi VI DPR RI mendorong terjalinnya sinergi yang lebih kuat antara BUMN dan Kementerian Koperasi dalam memperluas pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi yang bersumber dari produksi dalam negeri. Penggunaan CNG dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.
Upaya tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pemanfaatan sumber daya energi domestik yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Selain itu, pengembangan infrastruktur dan distribusi CNG di berbagai daerah juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, koperasi, dan pelaku usaha, Komisi VI DPR RI berharap berbagai program pembangunan ekonomi yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi tersebut diyakini mampu memperkuat ekonomi desa, meningkatkan daya saing UMKM, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari komitmen Komisi VI DPR RI dalam memastikan berbagai program strategis pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran. Penguatan koperasi, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan energi berbasis sumber daya dalam negeri dinilai menjadi langkah penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.**







