Karawang, http://Eksisjambi.com – Rombongan Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Pupuk Kujang guna memastikan kesiapan produksi dan ketersediaan pupuk nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. Kunjungan ini juga bertujuan mengantisipasi kemungkinan dampak konflik internasional terhadap rantai pasok pupuk di Indonesia.
Dalam agenda tersebut, para anggota dewan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi produksi, distribusi, serta kapasitas stok pupuk yang di miliki perusahaan. Hal ini di nilai penting untuk menjamin ketersediaan pupuk bagi sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono, menegaskan bahwa pengawasan terhadap sektor pupuk perlu di perkuat, terutama setelah meningkatnya ketegangan geopolitik yang berpotensi mempengaruhi industri pupuk global.
“Bagaimana kesiapan pasca ada peperangan antara Iran dan Israel, ini menjadi dampak yang harus kita teliti secara paripurna,” ujar Budi dalam keterangannya saat kunjungan tersebut.
Menurutnya, konflik di kawasan Timur Tengah dapat mempengaruhi berbagai sektor industri, termasuk bahan baku pupuk dan jalur distribusi global. Oleh karena itu, pemerintah bersama BUMN sektor pupuk perlu melakukan pemetaan risiko secara komprehensif guna memastikan pasokan tetap stabil.
Selain mengecek kapasitas produksi, rombongan dewan juga mendalami strategi mitigasi yang telah di siapkan oleh PT Pupuk Kujang untuk menghadapi potensi gangguan rantai pasok global. Upaya ini mencakup penguatan stok bahan baku, peningkatan efisiensi produksi, serta koordinasi dengan pemerintah pusat dan BUMN pupuk lainnya.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap kinerja BUMN strategis, khususnya dalam sektor pupuk yang memiliki peran penting bagi produktivitas pertanian nasional.
Dengan langkah monitoring langsung ke lapangan, Komisi VI DPR RI berharap ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga, sehingga stabilitas produksi pangan nasional dapat di pertahankan meskipun terjadi dinamika geopolitik di tingkat global.**







