AGAM,http://Eksisjambi.com – Jumlah korban meninggal akibat rangkaian bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam terus bertambah. Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, per Jumat pagi (29/11/2025), mencatat total 74 warga meninggal dunia dari lima kecamatan terdampak.
Kecamatan Palembayan menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 60 orang.
Sementara itu, Malalak mencatat 10 korban, di susul Tanjung Raya 2 orang, Matur 1 orang, dan Palupuah 1 orang.
BPBD mengungkapkan bahwa sebagian besar korban meninggal merupakan warga yang hanyut saat banjir dan banjir bandang menerjang pemukiman serta sejumlah nagari.
Hingga pagi ini, tim gabungan masih melanjutkan proses pencarian dan evakuasi di beberapa titik rawan aliran sungai yang di perkirakan masih menyimpan korban tambahan.
Bencana yang terjadi sejak 19 November 2025 itu di picu cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta angin kencang di 16 kecamatan.
BPBD Agam mencatat kerusakan yang cukup luas pada rumah penduduk, fasilitas umum, hingga lahan pertanian.
Ratusan rumah di laporkan rusak, mulai dari kategori ringan hingga berat. Ribuan warga terdampak terpaksa mengungsi ke lokasi aman yang di siapkan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait.
Saat ini, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan masih melakukan penanganan darurat, termasuk pendistribusian logistik, pembukaan akses jalan yang tertimbun material longsor, serta pendataan lebih lanjut terhadap infrastruktur dan wilayah yang masih terisolasi.
Pemerintah Kabupaten Agam mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi susulan, mengingat curah hujan di wilayah Sumatera Barat masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.(*)
Sumber: Sumbar Kita







