Jakarta,Eksisjambi.com – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) terus memperkuat armada lautnya dengan berbagai kapal perang strategis. Salah satunya adalah KRI Prabu Siliwangi-321, kapal perusak kawal (Destroyer Escort) yang sudah puluhan tahun setia menjaga perairan Indonesia.
KRI Prabu Siliwangi-321 awalnya merupakan kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat dengan nama USS McCook (DE-74). Kapal ini kemudian di alihfungsikan melalui program hibah pada tahun 1960-an dan resmi masuk jajaran TNI AL, Sejak itu, KRI Prabu Siliwangi aktif menjaga keamanan laut Nusantara.
Nama “Prabu Siliwangi” di ambil dari raja legendaris Kerajaan Pajajaran, simbol kekuatan, kewibawaan, dan kepemimpinan.
Dengan Spesifikasi Teknis KRI Prabu Siliwangi-321 Jenis Kapal Perusak Kawal (Destroyer Escort), Kelas: Claud Jones-class (versi hibah AS), Panjang: ± 93 meter, Lebar: ± 11 meter, Bobot: Sekitar 1.400 ton, Kecepatan Maksimum: 25 knot, Mesin: Turbin uap dengan tenaga puluhan ribu HP.
Untuk Kru: ± 150 personel dan Persenjataan Utama adalah Meriam kaliber 76 mm dan 127 mm sebagai senjata utama dan Senapan mesin otomatis untuk pertahanan udara dan permukaan dan Torpedo anti kapal selam serta Sistem radar dan sonar untuk deteksi musuh
KRI Prabu Siliwangi-321 banyak terlibat dalam berbagai misi, antara lain: Patroli laut di wilayah perbatasan Indonesia, Operasi gabungan dengan TNI Angkatan Darat dan Angkatan Udara dan Latihan bersama dengan angkatan laut negara sahabat.
Meski tergolong kapal tua, KRI Prabu Siliwangi tetap bisa di andalkan berkat perawatan intensif dan modernisasi sistem senjata maupun navigasi.
Keberadaan KRI Prabu Siliwangi-321 tidak hanya mencerminkan kekuatan militer Indonesia, tetapi juga menjadi simbol sejarah panjang perjuangan TNI AL menjaga kedaulatan maritim. Kapal ini membuktikan bahwa meskipun berasal dari generasi lama, dengan perawatan tepat, tetap mampu melaksanakan tugas strategis di tengah dinamika geopolitik kawasan.(*)







