Eksisjambi.com. Tanjab Timur Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mendahara di warnai kekecewaan mendalam dari para kepala desa sehingga di ujung kegiatan Musrenbang tersebut, lima Kades di ketahui lebih memilih Walk Out. Selasa (11/2/2026).
Kepala Desa Pangkal Duri, Abdul Wahab ketika di konfirmasi mengatakan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan berlangsung, tentunya dari beberapa usulan yang ada,terkait dalam pembangunan hanya bertumpuk pada pembangunan di Desa Sungai Tawar termasuk juga kegiatan pembangunan yang ada Di kelurahan Mendahara Ilir.
“Kami sangat kecewa. Ini bentuk ketidak seriusan dalam Musrenbang di Kecamatan Mendahara Seharusnya usulan yang kita ajukan dari tahun 2024 hingga 2025 sudah dapat terakomodir di tahun 2026 ini, malah sebaliknya kegiatan tersebut malah di Desa Sungai Tawar, asumsinya warga tetap mempertanyakan kepada pihak pemerintah setempat terkait usulan yang kita ajukan tak pernah terleasasi,” ungkap Kades Wahab.
Selain itu apa yang di sampaikan Kepala Desa Merbau Amiruddin pada kenyataanya memang walk out, tentunya dengan kekecewaan yang sangat berat apalagi menyangkut pembangunan.
Senada disampaikan Kades Sinar Kaliman Ides Ariyandi, ketidak hadirannya di kegiatan Musrenbang di tingkat kecamatan di sebabkan ada kegiatan di luar daerah, sehingga kegiatan tersebut di wakili ketua BPD Desa Sinar Kalimantan.
“Adanya pemberitaan yang beredar dikalangan lima kades menyatakan diri walk out dari kegiatan Musrenbang, secara pribadi sangat mendukung, kalau pun saya hadir saat itu saya pun mengambil sikap walk out, apalagi selama dua tahun ini tak pernah mendapatkan pembangunan dari pemerintah daerah, selalu pemerintah Desa Sinar Kalimantan juga merasa kecewa berat,” tegas Kades Ides.
Sementara Camat Mendahara, M, Junaidi saat melakukan perbincangan di Holt lapangan badminton, bahwa walk out lima kades tersebut merupakan di penghujung kegiatan Musrenbang,tentunya protes yang di sampaikan melalui perwakilan kepala Desa Merbau di nilai beralasan. Apalagi berkaitan beberapa item proyek justru di Desa Sungai Tawar, kita juga memaklumi bentuk kekecewaan berat dari kades tersebut,” pungkasnya.(Mul).







