Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Senin, 20 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kritik Etos Kerja ASN, Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda Tuai Sorotan Publik

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta, http://Eksisjambi.com – Pernyataan Ketua Komisi II DPR RI, M Rifqinizamy Karsayuda, terkait etos kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) menuai sorotan publik. Kritiknya yang menyebut sebagian ASN masih terjebak dalam zona nyaman memicu perdebatan hingga rekam jejak lama terkait isu akademik yang pernah menyeret namanya kembali ramai di perbincangkan di media sosial.

Pernyataan tersebut di sampaikan Rifqinizamy saat rapat kerja Komisi II DPR RI bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini. Rapat itu di tayangkan melalui kanal YouTube TV Parlemen pada Rabu (15/7/2026) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Rifqi menilai masih terdapat persoalan dalam budaya kerja sebagian ASN yang di anggap belum sepenuhnya berorientasi pada kinerja.

“Mentalitas sumber daya manusianya enggak berubah, masih ngabsen, pulang, ngopi, sore ngabsen lagi,” ujar Rifqi.

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat sistem pengukuran kinerja ASN agar pelayanan publik semakin efektif. Salah satu langkah yang di dorong Komisi II DPR adalah memasukkan mekanisme Key Performance Indicator (KPI) atau Indikator Kinerja Utama dalam revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.

Baca Juga :  Latsar CPNS, Wako Alfin Soroti Tantangan ASN di Tengah Perkembangan Teknologi

Rifqi menyebut KPI nantinya dapat menjadi ukuran yang jelas dalam menilai kinerja ASN, baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Kita ke depan mungkin perlu meningkatkan sedikit key performance indicator kepada seluruh birokrasi kita, ASN kita, apakah itu pegawai negeri sipil, termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian khusus,” katanya.

Ia menjelaskan, indikator kinerja tersebut di harapkan dapat menjadi dasar evaluasi bagi ASN. Bagi pegawai yang mampu memenuhi target, pemerintah dapat mempertahankan kinerjanya. Sementara ASN yang tidak memenuhi standar dapat di berikan evaluasi hingga tindakan sesuai aturan.

“Jadi, orang bekerja memang perlu KPI, bagus kita pertahankan, enggak bagus ya out. Ini semua jadi beban kita di daerah bupati, gubernur, wali kota. Mau memberhentikan enggak ada indikatornya,” ujar Rifqi.

Sorotan publik semakin besar setelah Rifqinizamy memberikan analogi mengenai status Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Ia menyebut CPNS seolah telah mendapatkan sebagian dari “doa sapu jagat”, yang di maknai sebagian pihak sebagai gambaran bahwa kehidupan mereka di anggap sudah lebih terjamin.

Baca Juga :  WFH Setiap Jumat Resmi Diberlakukan, ASN Pusat hingga Daerah Wajib Ikuti Kebijakan

Pernyataan tersebut menuai reaksi dari sejumlah masyarakat dan kalangan ASN. Sebagian pihak menilai kritik terhadap birokrasi harus di sampaikan secara objektif dan tidak menggeneralisasi seluruh ASN.

Di media sosial, sejumlah warganet juga mempertanyakan agar anggota DPR terlebih dahulu memiliki indikator kinerja yang transparan sebelum memberikan evaluasi terhadap lembaga lain.

Netizen menilai setiap institusi publik, termasuk parlemen, perlu memiliki ukuran kinerja yang jelas agar prinsip akuntabilitas berlaku bagi semua pihak.

Di tengah polemik tersebut, sebagian pengguna media sosial kembali mengangkat isu lama terkait dugaan skandal akademik yang pernah di kaitkan dengan Rifqinizamy pada 2016.

Isu tersebut kembali ramai di perbincangkan setelah pernyataannya mengenai kinerja ASN menjadi perhatian publik.

Namun, pembahasan mengenai rekam jejak lama tersebut kembali menjadi perdebatan di ruang publik dan perlu di lihat berdasarkan fakta serta proses hukum yang berlaku.

Sementara itu, Rifqinizamy tetap menegaskan bahwa kritiknya terhadap ASN bukan untuk menyerang kelompok tertentu, melainkan sebagai upaya mendorong reformasi birokrasi agar aparatur negara bekerja berdasarkan target dan hasil yang terukur.*

Share :

Baca Juga

Siklon Bakung

Daerah

Siklon Bakung Kembali Menguat, Masyarakat Dihimbau Jangan Lengah

Daerah

IMKS UIN IB Padang Gelar Goes to School di Kerinci dan Kota Sungai Penuh
Kebakaran Sekolah di Kerinci

News

SMKN 5 Kerinci Dilanda Kebakaran, Dua Ruang Hangus Terbakar
Aksi Protes Di Washington DC

Internasional

Trump Ancam Berlakukan Darurat Nasional di Washington D.C

Bangko

Tingkatkan Kemampuan Linmas, Babinsa Berikan Pelatihan PBB

Daerah

Pimpinan DPRD Minta Pemkab Tanjabbar Mengambil Langkah Hukum Ke MA Terkait PPI Perda RTRW Yang Baru

Advertorial

PT KERINCI MERANGIN HIDRO Sudah Menyalurkan Program CSR , Membangun kualitas yang Lebih Baik
Walikota Sungai Penuh Alfin, SH

Daerah

Wako Alfin Hadiri Halal Bihalal Luhah Rio Singaho di Pondok Tinggi