Shanghai,http://Eksisjambi.com – Di sela-sela rangkaian kegiatan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) di Shanghai, Pemerintah Indonesia menggelar pertemuan bilateral dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok sebagai upaya memperkuat kemitraan strategis di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dalam agenda tersebut, delegasi Indonesia melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi serta Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao. Pertemuan berlangsung di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang serta pesatnya transformasi teknologi digital.
Pada pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang mencakup sektor ekonomi, perdagangan, investasi, pengembangan industri berbasis teknologi, hingga kolaborasi dalam pengembangan Artificial Intelligence (AI).
Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan AI yang bertanggung jawab, inklusif, aman, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Keikutsertaan Indonesia dalam pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) juga di sebut sebagai langkah konkret dalam mendukung tata kelola AI global yang kolaboratif, beretika, dan berorientasi pada kepentingan bersama.
Selain membahas teknologi, kedua negara juga menyoroti pentingnya penguatan kerja sama industri berbasis inovasi guna meningkatkan daya saing ekonomi di kawasan.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan Wang Wentao, pembahasan di fokuskan pada tindak lanjut penguatan investasi Tiongkok di Indonesia dengan nilai sekitar US$2,5 miliar, atau setara lebih dari Rp40 triliun (kurs sekitar Rp16.000 per dolar AS).
Investasi tersebut di rencanakan untuk mendukung pengembangan berbagai sektor industri strategis di Indonesia, meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, memperkuat rantai pasok nasional, sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Kedua negara juga sepakat untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memperkuat hubungan perdagangan yang saling menguntungkan demi mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Melalui rangkaian pertemuan bilateral tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan diplomasi yang konstruktif serta memperkuat kemitraan dengan negara-negara sahabat.
Langkah ini di harapkan mampu mendorong kemajuan teknologi, memperbesar arus investasi, memperkuat sektor industri nasional, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.*







