Home / Daerah / Internasional / Nasional / Religi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Makna Rahasia “Bismillāhirrahmānirrahīm” dalam Pandangan Sufi Al-Qusyairi

Tafsir Bismillāhirrahmānirrahīm menurut Imam Al-Qusyairi dalam Lathaif al-Isyarat, tentang makna nama Allah, penyucian hati, dan jalan makrifat para sufi.

Tafsir Bismillāhirrahmānirrahīm menurut Imam Al-Qusyairi dalam Lathaif al-Isyarat, tentang makna nama Allah, penyucian hati, dan jalan makrifat para sufi.

Religi, Eksisjambi.com  – Ucapan Bismillāhirrahmānirrahīm bukan sekadar pembuka dalam setiap aktivitas seorang Muslim. Dalam pandangan para sufi, khususnya yang dijelaskan Imam Al-Qusyairi dalam kitab Lathaif al-Isyarat (Isyarat-Isyarat Rahasia yang Halus), basmalah mengandung isyarat mendalam tentang hubungan antara hamba dan Allah SWT.

Dalam pembahasan tafsirnya, Al-Qusyairi menjelaskan perbedaan antara ungkapan “dengan nama Allah” (bismillāh) dan “dengan Allah” (billāh). Menurut sebagian ulama, penggunaan kata bismillāh merupakan bentuk permohonan keberkahan melalui penyebutan nama Allah.

Sementara pendapat lain menyebutkan bahwa bentuk tersebut dipilih untuk membedakannya dari ungkapan sumpah dalam bahasa Arab.

Para ahli bahasa dan ilmu kalam menjelaskan bahwa nama (ism) pada hakikatnya memiliki keterkaitan dengan yang dinamai (musammā). Karena itu, menyebut nama Allah bukan hanya mengucapkan sebuah lafaz, tetapi mengarahkan hati kepada Dzat Allah sendiri.

Namun, bagi para ahli makrifat (ahl al-‘irfān), makna basmalah memiliki dimensi yang lebih dalam. Mereka memahami bahwa ucapan tersebut merupakan jalan untuk membersihkan hati dari segala keterikatan selain Allah.

Al-Qusyairi menyebutnya sebagai proses membersihkan hati dari berbagai penghalang (li-istiṣfāʾ al-qulūb min al-‘alāʾiq) dan membebaskan rahasia terdalam jiwa dari berbagai hambatan (li-istikhlāṣ al-asrār ‘an al-‘awāʾiq), sehingga nama Allah dapat hadir dalam hati yang telah disucikan.

Isyarat Huruf dalam Lafaz Basmalah

Dalam tradisi tasawuf, sebagian ulama memberikan isyarat spiritual terhadap huruf-huruf dalam kata Bismillāh.

Huruf ba’ (ب) dikaitkan dengan birr (البرّ), yaitu kebaikan, kasih sayang, dan kemurahan Allah kepada hamba-hamba yang dicintai-Nya.

Huruf sin (س) dihubungkan dengan sirr (السرّ), yaitu rahasia-rahasia ketuhanan yang Allah bukakan kepada hamba pilihan yang semakin dekat kepada-Nya.

Baca Juga :  Keutamaan Umat Nabi Muhammad ﷺ Menjadi Saksi Atas Kebenaran 

Sedangkan huruf mim (م) dikaitkan dengan minna (المنة), yaitu anugerah dan karunia Allah yang diberikan kepada para wali dan hamba-hamba yang mendekat kepada-Nya.

Makna tersebut bukanlah penjelasan secara etimologi bahasa Arab, melainkan simbol spiritual (isyarat) yang digunakan para sufi untuk mengajak manusia merenungi keluasan rahmat Allah.

Melalui birr, seorang hamba mengenal kasih sayang Allah. Dari kasih sayang itu terbuka sirr, yaitu pemahaman batin yang lebih dalam tentang kebesaran-Nya. Kemudian melalui minna, Allah memberikan kemampuan kepada hamba untuk menjalankan perintah-Nya dengan istiqamah.

Basmalah dan Penyucian Jiwa

Dalam perspektif tasawuf, mengucapkan Bismillāh bukan hanya aktivitas lisan, tetapi juga perjalanan batin.

Seorang mukmin yang telah menjalani proses tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) akan merasakan bahwa basmalah berasal dari hati yang telah bersih, bukan sekadar ucapan yang keluar dari lisan.

Inilah yang membedakan ucapan orang yang telah mengenal Allah dengan ucapan orang yang hanya terbiasa menyebut nama-Nya.

Bagi ahli makrifat, ketika mengucapkan Bismillāh, ia menghadirkan kesadaran bahwa Allah selalu dekat dan menyertai dirinya dalam setiap keadaan.

Nama Allah bukan sekadar sebutan, tetapi menjadi pintu yang menghubungkan hati manusia dengan Dzat Yang Maha Esa.

Cahaya Nama Allah dalam Hati

Para sufi memandang lafaz “Allah” sebagai cahaya. Namun cahaya tersebut hanya mampu menerangi hati yang telah dibersihkan dari berbagai penghalang.

Di antara penghalang yang dapat menutup cahaya tersebut adalah:

kecintaan kepada dunia secara berlebihan,

kesombongan,

riya’,

iri hati,

Baca Juga :  Keberkahan Surah Al-Kausar: Amalan 1000 Kali yang Diyakini Membuka Nikmat Tanpa Batas

kemarahan yang tidak terkendali,

hawa nafsu yang menguasai diri,

serta berbagai sifat tercela yang dilarang Allah SWT.

Selama hati masih dipenuhi sifat-sifat tersebut, seseorang mungkin mampu menyebut nama Allah dengan lisannya, tetapi belum tentu merasakan kehadiran-Nya dalam kedalaman batin.

Karena itu, tasawuf menempatkan tazkiyat al-nafs sebagai jalan untuk membersihkan hati agar nama Allah benar-benar hidup dalam qalb.

Bismillah sebagai Latihan Ruhani

Dalam kehidupan seorang salik (orang yang menempuh jalan spiritual), basmalah menjadi latihan kesadaran rohani.

Setiap kali seorang hamba mengucapkan Bismillāh dengan penuh penghayatan, ia diingatkan bahwa seluruh amal harus dimulai dengan Allah, dilakukan karena Allah, dan diarahkan hanya kepada Allah.

Ketika hati menjadi bening, nama Allah tidak lagi hanya terdengar di telinga atau terucap di bibir, tetapi hadir dalam qalb (hati) dan sirr (inti batin).

Dalam beberapa tradisi tarekat, bacaan basmalah juga dijadikan bagian dari wirid dengan jumlah tertentu, seperti 100 kali atau hitungan lainnya. Namun para ulama tasawuf menekankan bahwa amalan tersebut harus dilakukan dengan bimbingan yang benar, niat yang ikhlas, dan tidak keluar dari tuntunan syariat.

Pada akhirnya, rahasia terbesar dari Bismillāhirrahmānirrahīm adalah mengajarkan manusia bahwa setiap langkah kehidupan harus kembali kepada Allah.

Sebab bagi ahli makrifat, menyebut nama Allah bukan hanya mengingat sebuah nama, tetapi menghadirkan kesadaran bahwa seluruh keberadaan manusia bergantung sepenuhnya kepada-Nya.

Dengan basmalah, seorang hamba memulai perjalanan mengenal Allah, membersihkan jiwa, memperkuat ketaatan, dan mendekat kepada keagungan serta kasih sayang-Nya.*

Share :

Baca Juga

BPI DANANTARA

Internasional

BPI Danantara Dapat Suntikan Modal Jumbo Rp1.000 Triliun dari Pemerintah

Daerah

Kode Redeem Mobile Legends (MLBB) Terbaru Hari Ini, 11 Mei 2026
Akses informasi publik adalah hak warga negara sesuai UU No.14 Tahun 2008

Daerah

Akses Informasi Adalah Hak Warga Negara, Masyarakat Diajak Lebih Aktif dan Melek Informasi

Daerah

Kebutuhan Insentif Biodiesel Turun Drastis Jadi Rp32 Triliun

Daerah

Bang Ghamal : Futsal Kabupaten Bungo Siap Berjuang Meraih Medali Emas Dalam Ajang Porprov Jambi 2023
Emas Antam

Internasional

Harga Emas Antam Naik dan Cek Daftar Lengkap Harga Terbaru
SATUAN POL-PP KOTA SUNGAI PENUH

Daerah

Satpol PP Kota Sungai Penuh Tetapkan Tugas Baru untuk 134 ASN PPPK, Siap Dukung Program Wali Kota Serta HUT ke-17

Daerah

Sidak Kantor Satpol PP, Wako Alfin Minta Pengawasan Ketertiban Diperketat