http://Eksisjambi.com– Malam 27 Rajab yang bertepatan dengan peristiwa agung Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pada tahun 2026, malam 27 Rajab di mulai sejak Kamis malam, 15 Januari 2026, tepat setelah waktu Maghrib.
Isra Mikraj merupakan peristiwa perjalanan spiritual Rasulullah SAW, yakni Isra dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem.
kemudian Mi’raj menembus lapisan langit hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam, terutama sebagai awal di wajibkannya salat lima waktu.
Para ulama menganjurkan umat Islam untuk mengisi malam 27 Rajab dengan berbagai amalan kebaikan. Meski tidak seluruhnya bersifat ritual khusus yang wajib, amalan-amalan ini di yakini dapat memperkuat iman dan ketakwaan.
Malam Isra Mikraj di yakini sebagai waktu yang penuh keberkahan dan mustajab untuk berdoa. Salah satu doa yang di riwayatkan dari Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan Al-Halibi berbunyi:
“Allahuma inni as’aluka bi musyahadati asrari al-muhibbin, wa bi al-khalwati al-lati khashshashta biha sayyida al-mursalin hina asraita bihi lailata al-sabi’i wal ‘isyrin…”
Doa ini mengandung permohonan kepada Allah SWT dengan perantaraan kemuliaan Rasulullah SAW pada malam Isra Mikraj.
Umat Muslim di anjurkan mendirikan salat sunnah mutlak pada malam tersebut. Sebagian panduan menyebutkan pelaksanaan 12 rakaat, yang di kerjakan dengan enam kali salam (setiap dua rakaat satu salam).
Setelah salat, di anjurkan memperbanyak zikir, tasbih, tahmid, takbir, dan istighfar.
Zikir menjadi amalan utama dalam menghidupkan malam 27 Rajab. Beberapa bacaan yang di anjurkan antara lain:
- Rabbighfirli warhamni watub ‘alayya (di baca 70 kali),
- Memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW,
- Membaca tasbih: Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.
Meski tidak terdapat dalil sahih yang secara khusus mewajibkan puasa Isra Mikraj, umat Islam di anjurkan melaksanakan puasa sunnah pada siang hari 27 Rajab, yang pada 2026 jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026, sebagai bagian dari kemuliaan bulan Rajab.
Mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an serta mempelajari kembali kisah Isra Mikraj dari kitab-kitab sejarah Islam dapat menambah pemahaman, keimanan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Sebagai catatan, organisasi kemasyarakatan Islam seperti Muhammadiyah menegaskan bahwa tidak terdapat ibadah ritual khusus untuk malam 27 Rajab yang di syariatkan secara eksplisit dalam hadis sahih. Kendati demikian,
memperbanyak amal saleh secara umum tetap di anjurkan dan bernilai kebaikan.
Momentum Isra Mikraj di harapkan menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meneguhkan kembali makna salat, meningkatkan akhlak, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.**







