Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:07 WIB

Malam ini, Langit Dihiasi Bulan Purnama, Ini Fenomena dan Dampaknya bagi Bumi

Oplus_131072

Oplus_131072

EksisJambi.com – Langit malam pada Rabu, 29 Juli 2026, akan di hiasi fenomena Bulan Purnama, saat seluruh sisi Bulan yang menghadap Bumi di terangi sepenuhnya oleh cahaya Matahari. Pada fase ini, Bulan akan tampak bulat sempurna dan menjadi objek paling terang di langit malam setelah Matahari.

Fenomena Bulan Purnama merupakan salah satu peristiwa astronomi yang rutin terjadi setiap bulan. Meski demikian, kehadirannya selalu menarik perhatian masyarakat karena menghadirkan pemandangan yang indah sekaligus memengaruhi beberapa fenomena alam di Bumi.

Salah satu dampak paling nyata adalah pasang air laut yang lebih tinggi. Kondisi ini terjadi akibat gaya gravitasi Bulan yang sedang berada pada posisi maksimal dan di perkuat oleh pengaruh gravitasi Matahari. Fenomena tersebut dik kenal ebagai spring tide, yang lazim terjadi setiap Bulan Purnama maupun Bulan Baru.

Baca Juga :  Gerhana Bulan Total Terjadi 3 Maret 2026 dan Bisa Disaksikan di Seluruh Indonesia

Selain itu, cahaya Bulan yang sangat terang membuat langit malam menjadi lebih terang dari biasanya. Kondisi ini memudahkan aktivitas di luar ruangan pada malam hari tanpa bantuan cahaya buatan yang berlebihan.

Namun, bagi para pengamat astronomi, terang Bulan justru menjadi tantangan. Cahaya Bulan yang kuat dapat mengurangi kontras langit sehingga objek-objek redup seperti galaksi, nebula, maupun gugusan bintang menjadi lebih sulit di amati menggunakan teleskop.

Bulan Purnama kali ini juga terjadi berdekatan dengan periode puncak hujan meteor Delta Aquariids. Akibatnya, cahaya Bulan di perkirakan akan mengurangi visibilitas meteor-meteor yang redup. Hanya meteor yang memiliki cahaya cukup terang yang berpeluang terlihat dengan mata telanjang.

Baca Juga :  Ahmadi Zubir: Kita Akan Lakukan Upaya Hukum Pencemaran Nama Baik

Di sisi lain, berbagai anggapan yang mengaitkan Bulan Purnama dengan perubahan perilaku manusia, meningkatnya angka kejahatan, maupun gangguan psikologis hingga kini belum memiliki bukti ilmiah yang kuat.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa klaim tersebut lebih banyak di dasarkan pada mitos dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati fenomena ini, Bulan Purnama dapat di saksikan saat terbit dari ufuk timur setelah Matahari terbenam. Jika cuaca cerah, momen tersebut menjadi waktu yang tepat untuk mengabadikan keindahan satelit alami Bumi menggunakan kamera maupun teleskop.

Fenomena ini juga menjadi pengingat akan keindahan alam semesta yang dapat di nikmati secara langsung tanpa memerlukan peralatan khusus, selama kondisi cuaca mendukung.*

Share :

Baca Juga

Daerah

Siswa MAN 3 Kerinci Raih Medali Emas Olimpiade Sosiologi Tingkat Provinsi Jambi
Fish It Roblox

Daerah

Kode Redeem Fish It Roblox Terbaru Januari 2026, Ini Daftar Lengkap 

Advertorial

Wako Ahmadi Kukuhkan Perpanjangan Jabatan Kades ,BPD dan Ketua TP PKK Desa serta Bunda Paud

Bangko

Anggota Satgas TMMD ke 122 Kodim Sarko Siapkan Lokasi Pembuatan Kolam, Kandang Kambing dan Lahan Pertanian
Gubernur Jambi Alharis

Advertorial

Kinerja Terukur dan Dampak Nyata: Mengapa Al Haris Disebut Salah Satu Gubernur Paling Efektif

Daerah

Mengenal Orang Toxic, Kenali Ciri-ciri dan Dampaknya bagi Kehidupan Sosial

Advertorial

Bupati H. Adirozal Hadiri Halal Bihalal HKK Tanjung Jabung Timur
MK

Daerah

MK Putuskan Masyarakat Adat Tak Perlu Izin Pemerintah untuk Berkebun di Hutan, Asal Nonkomersial