Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Religi

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:51 WIB

Masuklah ke Hatimu  Menelusuri Jalan Sunyi Zikir Menuju Lautan Ilmu Allah

lorong zikir

lorong zikir

RELIGI, http://Eksisjambi.com  – Di  tengah hiruk pikuk dunia modern yang sarat ambisi dan ego, manusia kerap lupa bahwa pusat ketenangan dan pengetahuan sejati tidak berada di luar dirinya.

Jalan itu justru bermula dari dalam tepatnya di hati. Melalui lorong zikir yang penuh penghayatan dan kepasrahan kepada Allah SWT, manusia di ajak untuk kembali menyelami hakikat dirinya.

Di dalam hati, tersimpan sebuah “tasik” yang tak pernah kering, yakni Tasik Ilmu dan Hikmah. Dari sanalah mengalir pengetahuan yang bersumber langsung dari Bahr Al-‘Ilmullah, lautan ilmu Allah yang tak bertepi.

Ilmu yang lahir dari keheningan qalbu ini di yakini memiliki kedalaman dan keutamaan yang tak dapat di samakan dengan ilmu yang di peroleh semata-mata melalui panca indra jasmani.

Ilmu yang di tangkap oleh panca indra sering kali berujung pada pemenuhan ego membangun kebanggaan, keakuan, dan rasa lebih tinggi dari yang lain. Sebaliknya, ilmu yang muncul dari tasik hati justru menundukkan jiwa, menghadirkan kesadaran akan keterbatasan manusia di hadapan kebesaran Allah SWT.

Baca Juga :  Kunci Ilmu Jantung Al-Qur'an Ayat Tengah Diyakini Memiliki Makna Multifungsi 

Semakin seseorang merendahkan diri di hadapan hadirat-Nya, semakin luas pula kebebasan rohaninya untuk memasuki alam Uluhiah alam ketuhanan yang sarat rahmat, cinta, dan anugerah. Jalan menuju ke sana sejatinya telah terbentang jelas, terang, dan bersuluh. Namun, tidak semua berani melaluinya, sebab jalur ini adalah jalur sunyi yang hanya bisa di tempuh dengan iman dan ihsan.

Perjalanan rohani bukanlah perpindahan fisik, melainkan perjalanan batin: dari jiwa menuju ruh, dari ego menuju cinta. Ukuran sejauh mana seseorang telah melangkah di jalan ini tercermin dari sikapnya terhadap sesama makhluk. Kasih sayang dan cinta kepada orang lain menjadi cermin kedalaman perjalanan spiritualnya.

Baca Juga :  Pjs. Gubernur Sudirman Apresiasi Peran Forum Zakat

Selama ego masih mendominasi, selama seseorang belum mampu mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri, maka perjalanan itu belum menyentuh hakikat yang sebenarnya. Ia masih berada di permukaan, belum menyelam ke dasar hatinya.

Cara memandang pun menjadi pembeda. Ketika seseorang melihat dengan mata jiwa, ia cenderung melihat perbedaan aku, engkau, dan mereka yang kerap berujung pada pertentangan. Namun, saat pandangan beralih menggunakan mata ruh, yang tampak hanyalah kesatuan dalam kasih sayang; semua menjadi sama dalam bingkai cinta Ilahi.

Pada akhirnya, ajakan “masuklah ke hatimu” bukan sekadar ungkapan puitis, melainkan panggilan untuk kembali pada fitrah. Sebuah undangan untuk hening, berzikir, dan berjalan pelan namun pasti menuju sumber cahaya sejati Allah SWT.**

Share :

Baca Juga

Sejarah Mesir kuno

Artikel

Klaim Bukti Fisik Piramida Giza Berusia 170 Ribu Tahun Disorot Ilmuwan
Wabup Kerinci Murison pimpin apel di RSUD Kerinci,

Daerah

Wabup Murison Pimpin Apel di RSUD Kerinci, Tekankan Peningkatan Pelayanan Pasca Idul Fitri
Car Free Day Kerinci

Daerah

Semarak Car Free Day Kabupaten Kerinci Sambut Bulan Suci Ramadhan
Pertamina Apresiasi Langkah Tegas Bareskrim Polri

Daerah

Pertamina Apresiasi Langkah Tegas Bareskrim Polri Tindak Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi

Kota Sungai Penuh

Perantau Kumun -Jambi Siap Meriahkan Kenduri Sko Depati IV Kumun Debai dengan Tari Rangguk Sakral

Advertorial

Wagub Sani: Pertumbuhan UMKM Jambi Berkembang Pesat

Advertorial

Bupati Monadi Hadiri Panen Raya Jagung di Polsek Air Hangat
Diskominfo Tanjung Jabung Timur

Daerah

Perjuangkan Pemerataan Sinyal, Kadis Kominfo Tanjabtim Sambangi Telkom Landmark Jakarta