
MERANGIN.EKSISJAMBI.COM — Masyarakat desa Muara Jernih, kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin, akhirnya jadi Pemadam Kebakaran (Damkar) dadakan.
Hal ini terjadi disaat rumah Amai Yur, yang berada di dusun Tebing Tinggi desa Muara Jernih pada Senin 18/05/2024 sekira pukul 19.30 di lalap sijago merah.
Melihat api yang mulai membumbung tinggi, masyarakat Muara Jernih, akhirnya berbondong bondong mendatangi rumah yang sedang terbakar tersebut.
Kedatangan mereka ini, bukan hanya untuk menonton peristiwa yang sedang terjadi, namun mereka berjibaku berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, mereka bahu membahu mengangkut air menggunakan ember dan langsung menyiram titik api.
Tidak hanya itu saja, masyarakat muara jernih yang sangat di kenal dengan kekompakannya ini, dari yang tua, yang muda, bahkan para ibu ibu pun turun membantu memadamkan api.
Semula mereka hanya mengandalkan ember serta panci, namun ada salah seorang warga yang bersedia membawa mesin robinnya untuk digunakan untuk menyemprotkan air.
Dengan tanpa mengenal lelah dan tanpa mengharap pamrih, ditengah gelapnya malam, dan hanya melalui bias sinar api yang membumbung tinggi, warga terlihat memegang slang panjang layaknya bak petugas Damkar yang handal, menghentikan ganasnya api, menyemburkan air ke sumber api.
Namun ada yang tak kalah menarik saat kejadian yang sangat menegangkan tersebut, ada warga yang rela menumpahkan lima dus air mineral gelas ketengah pusaran api, dengan harapan sedikit dapat memperlambat terjangan api.
Zulaili selaku Kades Muara Jernih, mengaku bahwa aksi yang dilakukan oleh warga adalah aksi spontanitas dan aksi solidaritas yang selama ini memang telah menjadi budaya masyarakat Muara Jernih.
“Alhmdulillah, dengan kekompakan yang kami punya, dan rasa solidaritas yang selalu kami junjung selama ini, walau dengan alat seadanya, namun kebakaran malam ini dapat dipadamkan,”ungkap Zulaili Kades Muara Jernih.
Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun bagian belakang rumah ini telah menjadi arang. -(Bas.R)-







