Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Sosbud

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Mata Uang Emas Sultan Iskandar Muda dan Tradisi Meugang Aceh 

Foto Tangkapan Layar Mata Uang Emas Aceh

Foto Tangkapan Layar Mata Uang Emas Aceh

ACEH, Eksisjambi.com –  Kesultanan Aceh Darussalam di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607–1636) dikenal sebagai salah satu kerajaan Islam terbesar dan paling berpengaruh di Nusantara. Selain sukses membangun kekuatan militer dan perdagangan, Sultan Iskandar Muda juga dikenang melalui berbagai kebijakan sosial yang berpihak kepada rakyat.

Salah satu peninggalan yang kerap menjadi perhatian adalah mata uang emas yang digunakan pada masa pemerintahannya. Koin emas tersebut menjadi simbol kemakmuran Kesultanan Aceh sekaligus alat transaksi resmi pada zamannya.

Dalam sejumlah riwayat yang tercantum dalam manuskrip Aceh Qanun Meukuta Alam, disebutkan bahwa Sultan Iskandar Muda memiliki tradisi membagikan hadiah kepada rakyat yang fakir, miskin, serta para janda lanjut usia. Pemberian itu dilakukan secara rutin sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Tradisi Pembuatan Pinisi di Bulukumba Diakui Dunia, Warisan Budaya Sarat Nilai Luhur

Tradisi tersebut diyakini menjadi salah satu cikal bakal budaya Meugang, yakni kebiasaan masyarakat Aceh membeli dan mengonsumsi daging menjelang bulan Ramadan, Hari Raya Idulfitri, maupun Iduladha. Dalam beberapa sumber sejarah, tradisi ini berkembang sebagai bentuk perhatian penguasa agar seluruh rakyat dapat menikmati hidangan yang layak pada hari-hari besar keagamaan.

Kebijakan sosial yang diterapkan Sultan Iskandar Muda disebut-sebut turut mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang makmur, aman, dan memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi pada masa kejayaan Kesultanan Aceh.

Mata uang yang digunakan pada masa itu juga memiliki nilai tinggi karena dibuat dari emas asli. Selain berfungsi sebagai alat pembayaran, koin emas tersebut menjadi lambang kekuatan ekonomi Aceh yang saat itu dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan internasional di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga :  Ahmad Khoirudin Mantan Sekban BPPRD Merangin Kini Nahkodai Dinas Kominfo Merangin

Meski demikian, para sejarawan mengingatkan bahwa berbagai kisah mengenai tingkat kemakmuran masyarakat pada masa Sultan Iskandar Muda perlu dipahami dalam konteks sejarah dan didukung dengan kajian terhadap berbagai sumber primer maupun penelitian akademik, termasuk manuskrip Qanun Meukuta Alam.

Hingga kini, nama Sultan Iskandar Muda tetap dikenang sebagai salah satu pemimpin terbesar dalam sejarah Nusantara, sementara tradisi Meugang masih terus dilestarikan oleh masyarakat Aceh sebagai warisan budaya yang sarat makna kebersamaan dan kepedulian sosial.*

Share :

Baca Juga

Daerah

PUTR Provinsi Jambi: Material Jalan Ruas Renah Pemetik Segera Masuk Lokasi

Daerah

Warga Tebo Ilir Tenggelam Sudah ditemukan
Diduga Pelaku SS

Daerah

Satreskrim Polres Kerinci Ungkap Kasus Penganiayaan Maut di Air Hangat Timur 

Advertorial

DPRD Tebo Gelar Rapat Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Daerah

Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir lantik 4 Pejabat Eselon II
Kode free fire Terbaru Hari ini

Daerah

Kode Redeem Free Fire 26 Agustus 2026 Terbaru, Klaim Hadiah Gratis
Rock Lobster Weapon

Daerah

Pembangunan Kapal & Operator Komersial, Kuasai Lautan 

Kerinci

Hasil Quick Count Monadi – Murison Hampir 100 %, Mensediar : Insyaallah, Tim Tetap Kedepankan Pilkada Damai