Eksisjambi.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang setiap tahun dirayakan umat Islam bukan sekadar tradisi, melainkan sarat dengan nilai spiritual, sosial, dan pendidikan. Di balik peringatan ini, terdapat berbagai hikmah yang menjadi pengingat sekaligus penguat iman bagi kaum Muslimin.
Setidaknya, ada beberapa hikmah utama dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, di antaranya:
Maulid menjadi momen untuk memperbarui rasa cinta kepada Rasulullah. Kecintaan tersebut mendorong umat Islam untuk lebih meneladani sikap dan ajaran beliau.
Peringatan ini menjadi sarana mengenang kembali perjalanan hidup, akhlak mulia, dan perjuangan beliau dalam menyebarkan Islam.
Nilai kasih sayang, keadilan, toleransi, dan kebajikan yang dibawa Rasulullah kembali digaungkan dalam kehidupan sehari-hari.
Maulid juga menjadi ajang mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta memperkuat ukhuwah di tengah perbedaan.
Peringatan ini mencerminkan kegembiraan atas diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi semesta alam, sekaligus wujud syukur kepada Allah SWT.
Umat diajak untuk merenungkan kembali pesan Nabi, bertobat, dan memperbarui komitmen dalam menjalankan ajarannya.
Meski begitu, peringatan Maulid Nabi masih menimbulkan perbedaan pandangan di kalangan umat Islam. Sebagian menganggapnya bid’ah karena tidak pernah dilakukan di masa Rasulullah SAW atau sahabat.
Namun, sebagian lainnya menilai boleh dilaksanakan selama sesuai dengan tuntunan syariat dan tidak mengandung hal-hal yang dilarang.
Pada akhirnya, esensi dari Maulid adalah menghidupkan kembali ajaran Nabi Muhammad SAW serta memperkuat hubungan umat dengan Sang Rasul…. صلى الله على محمد وآله وصحبه وسلم
Semoga membawa manfaat. (“)







