JAKARTA,http://Eksisjambi.con – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, kembali menegaskan peran strategis dan vital Kantor Urusan Agama (KUA) dalam struktur pelayanan negara kepada masyarakat. Menurutnya, KUA bukan sekadar unit administratif, melainkan institusi yang memiliki fungsi teologis, sosial, dan kemasyarakatan yang tidak dapat digantikan oleh lembaga lain.
Menag menekankan bahwa kehadiran KUA merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam kehidupan keagamaan dan pembentukan keluarga masyarakat Indonesia.
“KUA itu bukan kantor biasa. Ia mentransformasikan yang haram menjadi halal melalui akad, berfungsi sebagai wali hakim, dan menghadirkan negara dalam setiap pembentukan keluarga,” tegas Nasaruddin Umar.
Ia menjelaskan, melalui layanan pernikahan, bimbingan keluarga sakinah, penyuluhan keagamaan, hingga mediasi persoalan rumah tangga, KUA menjadi garda terdepan pelayanan publik Kementerian Agama di tingkat akar rumput.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian insan KUA di seluruh Indonesia, Kementerian Agama menggelar Anugerah Layanan KUA 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penghargaan atas kerja nyata ribuan penghulu, penyuluh, dan staf KUA yang selama ini konsisten melayani masyarakat.
Menag menegaskan bahwa Anugerah Layanan KUA 2025 bukan ajang perlombaan, melainkan bentuk penghormatan dan pengakuan negara atas pengabdian para pelaksana layanan keagamaan.
“Penghargaan ini adalah apresiasi, bukan kompetisi. Ini adalah cara negara mengucapkan terima kasih kepada mereka yang setiap hari melayani umat dengan ketulusan,” ujarnya.
KUA selama ini memegang peran penting dalam pembinaan keluarga, penguatan ketahanan rumah tangga, serta pencegahan konflik sosial berbasis keagamaan. Keberadaan KUA juga dinilai krusial dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama, khususnya di bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam.
Melalui Anugerah Layanan KUA 2025, Kementerian Agama berharap kualitas pelayanan publik terus meningkat, seiring dengan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks dan dinamis.
“Semangat dan dedikasi para penghulu, penyuluh, serta seluruh staf KUA di Indonesia patut diapresiasi. Mereka adalah wajah negara dalam pelayanan keagamaan,” pungkas Menag.
Maju dan terus semangat para insyaallah KUA di seluruh Indonesia, dalam mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara.(*)







