Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:53 WIB

Fenomena “Demam Dracin”: Anak-Anak Kini Berburu Batu Giok

Fenomena Demam Dracin

Fenomena Demam Dracin

JAKARTA, http://Eksisjambi.com –  Pengaruh drama Tiongkok atau yang populer di sebut dracin ternyata tidak hanya menyasar kalangan remaja dan dewasa. Kini, tren tersebut mulai merambah dunia anak-anak atau yang akrab di sebut bocil. Fenomena unik pun muncul: anak-anak terlihat asyik berburu dan mengidentifikasi batu giok, layaknya kolektor profesional.

Tren ini menjadi sorotan setelah sebuah unggahan video dan foto viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut, tampak sekelompok anak laki-laki berkerumun dengan penuh antusias, bukan untuk bermain gim daring, melainkan mengamati sebuah batu yang di yakini sebagai Batu Giok Hijau Kaisar.

Yang menarik, mereka memanfaatkan lampu flash dari ponsel pintar untuk menyinari batu tersebut. Teknik ini di kenal di kalangan kolektor batu mulia sebagai metode “senteran”, yang bertujuan melihat serat, warna, dan tingkat transparansi batu guna menilai kualitasnya.

Baca Juga :  Pemprov Jambi Gelar Malam Nisfu Sya’ban dan Sambut Kedatangan Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi

Fenomena “Demam Dracin” ini di sinyalir kuat di picu oleh maraknya drama Tiongkok bertema sejarah, kerajaan, hingga pencarian harta karun. Dalam banyak tayangan tersebut, batu giok kerap di gambarkan sebagai benda pusaka bernilai tinggi, simbol kekuasaan, serta keberuntungan para kaisar.

Tanpa di sadari, narasi tersebut merangsang imajinasi anak-anak. Mereka kemudian menirunya dalam dunia nyata, dengan menjadikan batu-batu di sekitar lingkungan sebagai objek pencarian harta karun versi mereka sendiri.

Meski terkesan sederhana, fenomena ini menunjukkan pergeseran menarik dalam pola bermain anak-anak. Jika sebelumnya waktu luang di dominasi layar gawai dan gim online, kini mereka mulai tertarik pada aktivitas fisik dan eksplorasi lingkungan sekitar meski tetap di bantu teknologi smartphone.

Namun demikian, para orang tua di imbau tetap memberikan pendampingan agar minat tersebut tidak di sertai kesalahpahaman, terutama terkait nilai ekonomi batu mulia yang sebenarnya memerlukan keahlian khusus untuk menilainya.

Baca Juga :  Rumah Denny Caknan di Ngawi Viral Jadi Lokasi COD, Sang Penyanyi Tanggapi dengan Santai

Unggahan dengan takarir “Gara-gara Dracin Banyak Bocil Berburu Batu Giok Hijau Kaisar” itu pun menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang merasa terhibur melihat tingginya imajinasi anak-anak, hingga menganggap batu kerikil atau batu jalanan bercorak kehijauan sebagai harta karun kekaisaran.

“Dulu zamannya batu akik, sekarang zamannya giok kaisar gara-gara pengaruh film. Kreativitas mereka memang tidak ada batasnya,” tulis seorang netizen di kolom komentar.

Fenomena ini menjadi cerminan kuatnya pengaruh konten media terhadap perilaku dan pola bermain anak-anak di era modern. Dari layar kaca, cerita fiksi mampu menjelma menjadi permainan nyata yang penuh imajinasi dan tawa.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Wako Ahmadi Audiensi Dengan Kementerian Pertanian RI

Daerah

Kode Redeem FF Terbaru Klaim Skin MP40 dan Bundel Gratis 

Advertorial

Humas PLTA : Jangan Terpancing Isu Adanya Bantuan Untuk Lokasi Penangkapan Ikan

Daerah

Dari Kampung Bersejarah ke Desa Maju, Komitmen Gubernur Al Haris untuk Sekeladi

Advertorial

Kadis PUPR Maya Dampingi Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Tinjau lokasi longsor di Tanjung Pauh Hilir

News

Paslon Urut 2 Dilla – Muslimin Tanja Kuasai Panggung Argumen Debat

Bangko

Keluarga Besar Tabir Ulu Bahu Membahu Perbaiki Jalan Puskesmas Muara Jernih
Mandiri Aviation Leasing Fund senilai Rp13,59 triliun

Internasional

Danantara, SMBC Aviation Capital, dan Mandiri IM Luncurkan Dana Leasing Pesawat Rp13,59 Triliun