Religi, http://Eksisjambi.com – Dalam khazanah ilmu tauhid dan tasawuf, para ulama menguraikan bahwa penciptaan manusia bukan sekadar jasmani, melainkan mencakup dimensi ruhani yang dalam dan sarat makna. Hakikat asal kejadian manusia, baik tubuh maupun nyawa, menjadi cerminan kebesaran Allah Ta’ala sekaligus petunjuk jalan menuju ma’rifatullah.
Tubuh jasmaniah manusia di ciptakan Allah Ta’ala dari empat unsur utama, yakni api, angin, air, dan tanah, namun bukan dengan sifat alam, melainkan dengan Sifatullah. Unsur-unsur ini menjadi dasar pembentukan jasad manusia yang tampak secara lahir.
Sementara itu, nyawa manusia di jadikan Allah Ta’ala dari empat perkara luhur, yaitu:
- Wujud
- Ilmu
- Nur
- Syuhud
Keempat unsur nyawa ini menjadi sumber kehidupan batin, kesadaran, dan cahaya dalam diri manusia.
Dalam ilmu tauhid hakiki, martabat Tuhan di kenal dalam tiga tingkatan utama:
- Ahadiyyah
- Wahdah
- Wahidiyyah
Ketiga martabat ini menggambarkan keesaan Allah Ta’ala dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya.
Tubuh manusia juga di jelaskan berasal dari empat unsur kejadian:
- Wadiy
- Madiy
- Maniy
- Manikem
Keempatnya merupakan proses dan rahasia penciptaan jasmani yang menjadi wadah bagi ruh dan nyawa.
Para ahli hakikat menjelaskan bahwa jalan menuju Allah Ta’ala terbagi dalam empat tingkatan:
- Syariat – Af’al – Kelakuan batang tubuh
- Tharikat – Asma – Kelakuan hati diri
- Hakikat – Sifat – Kelakuan nyawa
- Ma’rifat – Rahasia – Kelakuan rohani (sir)
Keempat jalan ini saling berkaitan dan tidak dapat di pisahkan satu sama lain.
Hakikat ajaran ini juga tercermin pada lafaz Muhammad, yang terdiri dari empat huruf:
- Mim (awal) melambangkan kepala, maqam alam Lahut
- Ha melambangkan dada, maqam alam Jabarut
- Mim (akhir) melambangkan pusat/pusar, maqam alam Malakut
- Dal melambangkan kaki, maqam alam Nasut
Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah manifestasi kesempurnaan insan kamil.
Lafaz Allah terdiri dari empat huruf yang masing-masing memiliki makna:
- Alif: Af’al Allah – nyata pada tubuh
- Lam awal: Asma Allah – nyata pada hati
- Lam akhir: Sifat Allah – nyata pada nyawa
- Ha: Dzat Allah – nyata pada rohani
- Alam Kabir dan Alam Shagir
- Alam semesta terbagi menjadi dua:
- Alam Kabir (alam besar/alam nyata)
- Alam Shagir (alam kecil, yakni diri manusia)
Alam Kabir sejatinya telah terkandung dalam Alam Shagir. Dalam diri manusia terdapat gambaran bumi dan langit, arasy dan kursi, surga dan neraka, lauh dan qalam, matahari, bulan, serta bintang-bintang.
Jasmani manusia terdiri dari tujuh lapisan: bulu, kulit, daging, urat, darah, tulang, dan sumsum.
Rohani manusia juga memiliki tujuh lapisan, mulai dari dimak hingga rahasia ruh idhafi (ruh sulthon).
- Dalam diri manusia:
- Matahari adalah nyawa
- Bulan adalah akal
- Bintang adalah ilmu
- Surga adalah amal saleh
- Neraka adalah dosa-dosa
Bahkan laut asin dan tawar pun ada dalam diri manusia, yakni air mata dan air ludah.
Di dalam diri manusia terdapat tujuh lapis mahligai batin: dada, qalbun, budi, qarin, nyawa, rasa, dan rahasia (sir). Di sinilah perjalanan spiritual mencapai puncaknya, ketika lafaz dan niat bertemu, qashad dan yakin menyatu, serta shalat menjadi fe’elun, dzikrun, khusyuk, dan daim.
Pada akhirnya, semua perjalanan ini bermuara pada satu hakikat: menuju fana, di mana yang tinggal hanyalah Allah Ta’ala semata.
“Kepada pintu negeri yang fana, tempat yang tinggal hanya Allah, sujudlah aku. Ku belah kepalaku, maka tiadalah aku, tiadalah Engkau.” (*)







