Sakti Alam kerinci,http://Eksisjambi.com – Dalam khazanah budaya masyarakat Melayu, di kenal sejumlah benda yang di percaya memiliki nilai tinggi dan kerap di kaitkan dengan berbagai khasiat.
Tiga di antaranya adalah Culo, Mustiko, dan Geligo, yang sejak dahulu menjadi bagian dari cerita rakyat dan tradisi lisan yang di wariskan turun-temurun.
Menurut kepercayaan masyarakat tempo dulu, ketiga benda tersebut tergolong langka dan tidak boleh di miliki oleh sembarang orang.
Dalam beberapa kisah, benda-benda tersebut hanya boleh berada di bawah penguasaan raja atau pemimpin adat agar tidak di salahgunakan.
- Culo
Culo di yakini berasal dari bagian tubuh tupai dan di sebut sangat sulit di temukan. Dalam cerita rakyat, benda ini di percaya dapat di temukan dalam kondisi tertentu dan memiliki khasiat untuk meningkatkan vitalitas serta kejantanan pria.
- Mustiko
Mustiko sering di sebut sebagai “batu ular”. Dalam berbagai cerita rakyat, benda ini di percaya memiliki kekuatan spiritual, membawa keberuntungan, hingga menjadi pelindung bagi pemiliknya.
Kepercayaan mengenai Mustiko banyak di temukan dalam tradisi masyarakat Nusantara, meski keberadaannya lebih banyak di kenal melalui cerita turun-temurun di bandingkan bukti ilmiah.
- Geligo
Geligo di kenal sebagai “batu landak”. Sama seperti Mustiko, Geligo di percaya memiliki nilai mistis dan berbagai khasiat menurut kepercayaan masyarakat.
Di sejumlah daerah, Geligo di anggap sebagai benda pusaka yang harus di jaga dengan baik karena di yakini memiliki nilai spiritual yang tinggi.
Para budayawan menilai kisah mengenai Culo, Mustiko, dan Geligo merupakan bagian dari kekayaan folklor Nusantara yang mencerminkan cara pandang masyarakat pada masa lampau terhadap alam dan benda-benda langka.
Meski demikian, masyarakat di imbau untuk menyikapi berbagai klaim mengenai khasiat benda-benda tersebut secara bijaksana.
Cerita mengenai ketiga benda tersebut kini lebih di pandang sebagai warisan budaya dan tradisi lisan yang patut di lestarikan sebagai bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Melayu.*







