Eksisjambi.com. Tanjab Timur – Sekian lama berdiri kurang lebih tujuh tahun hingga kini Halte yang berada di Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara tampak pada kondisi bangunan keropos bahkan nyaris menelan korban jiwa. Hasil penelusuran di lapangan pada Selasa (19/8/2025).
Saat ini terlihat, sejumlah bagian bangunan seperti plat halte sebelumnya menggunakan plat baja. Namun kini kondisi bangunan berubah menjadi tambal sulam dengan menggunakan papan, tidak hanya itu bagian pagar halte sudah berkarat dan parah bahkan nyaris memakan korban jiwa.
Salah seorang warga setempat Yadi mengatakan, bahwa bangunan halte yang ada saat ini, kondisinya memang sudah sangat memprihatinkan, boleh dikatakan kerusakannya 90 persen, selebihnya warga selalu melakukan tambal sulam meskipun menggunakan papan dengan tujuan halte tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana pelabuhan transportasi para pengguna kendaraan air.
“Menurutnya tanpa ada penanganan yang serius dari pemerintah untuk melakukan perbaikan, dampaknya dikhawatirkan para pengguna kendaraan roda dua saat ingin melakukan penyeberangan, disebabkan saat hujan kondisi bangunan tampak licin akibatnya bisa mengancam keselamatan warga tersebut,” ujarnya.
Kepala Desa Pangkal Duri Abdul Wahab saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa bangunan halte lebih kurang tujuh tahun berdiri tampak pada bagian bangunan tampak keropos, begitu juga dengan bagian pagar bangunan tampak miring dan nyaris ambruk.
sebelumnya nyaris terjadi insiden seorang pengguna kendaraan roda dua yang ingin melakukan penyebarangan terpaksa kehilangan jari jempolnya, disebabkan saat itu air lagi surut dan posisi halte terlihat jurang tanpa ia sadari potongan besi plat menggores tangan warga tersebut beruntung tidak terjadi korban jiwa.
” Tentunya dalam hal ini pemerintah desa telah berupaya melakukan perbaikan, meskipun hanya tambal sulam, tapi kenyataanya dilapangan tak mampu bertahan lama. Oleh sebab itu ada perhatian serius dari pemerintah daerah paling tidak dapat dilakukan rehab berat, sebelum terjadi korban jiwa,” pungkasnya. (Mul).







