Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Sosbud

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:25 WIB

Misteri Keris Menancap di Gunung Lawu, Benarkah Pusaka Empu Gandring Tak Bisa Dicabut?

Oplus_131072

Oplus_131072

 

Misteri Keris Menancap di Gunung Lawu, Benarkah Pusaka Empu Gandring Tak Bisa Dicabut?

– Gunung Lawu dikenal sebagai salah satu gunung yang sarat dengan nuansa mistis dan cerita legenda di Pulau Jawa. Di balik keindahan alamnya, beredar kisah tentang sebuah keris pusaka yang dipercaya tertancap kuat di sebuah batu dan tidak pernah berhasil dicabut oleh siapa pun.

Menurut cerita turun-temurun yang berkembang di masyarakat, keris tersebut diduga merupakan milik Empu Gandring—seorang empu legendaris dalam sejarah Jawa yang dikenal melalui kisah Ken Arok dan Kerajaan Singasari.

Legenda menyebutkan bahwa keris ini memiliki kekuatan luar biasa, bahkan disebut lebih sakti dibandingkan dengan senjata legendaris seperti pedang Naga Puspa milik Arya Kamandanu, tokoh yang populer dalam kisah pewayangan dan cerita rakyat Jawa.

Baca Juga :  Kode Redeem FF 23 Januari 2026 Terbaru, Klaim Skin Senjata hingga Diamond Gratis

Warga sekitar percaya bahwa keris tersebut hanya bisa dicabut oleh sosok tertentu, yakni pewaris sah atau orang yang memiliki garis keturunan spiritual tertentu. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah maupun catatan sejarah yang dapat memastikan kebenaran klaim tersebut.

Sejumlah pendaki dan peziarah yang pernah mendengar kisah ini mengaku penasaran, namun tidak sedikit pula yang memilih menghormati mitos yang berkembang tanpa mencoba membuktikannya secara langsung.

Baca Juga :  Wako Alfin: Idul Adha Momentum Keikhlasan dan Persatuan

Budayawan lokal menyebutkan bahwa cerita semacam ini merupakan bagian dari kekayaan tradisi lisan masyarakat Jawa yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kisah tersebut tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga mencerminkan kepercayaan dan nilai-nilai spiritual masyarakat setempat.

Terlepas dari benar atau tidaknya keberadaan keris pusaka tersebut, cerita misteri di Gunung Lawu tetap menjadi bagian dari pesona budaya Nusantara. Masyarakat diimbau untuk menyikapi kisah ini secara bijak, menghormati kearifan lokal, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak alam maupun situs yang di anggap sakral.**

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati H. Adirozal launching program serta penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS)

Bangko

Kerinci Hilir, Tabir Raya & Kota Bungo Siap Mekar
Jalan Pagi

Artikel

Bangun Tidur Langsung Pegang HP? Yuk, Coba Ubah dengan Jalan Pagi!
TAYOTA CAROLLA CROSS

Artikel

Toyota Corolla Cross 2025 Tangguh, Efisien dan Ramah

Daerah

Sekda Alpian Hadiri Peringatan Isra Miraj & Tarhib Ramadhan BKMT Kota Sungai Penuh

Nasional

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mengundurkan Diri
Kantor Dinas Pendidikan Tanjung Jabung Timur

Daerah

Aksi Penyampaian Pemecatan Kadis Pendidikan Tanjab Timur Syafaruddin Terkesan Pemaksaan Kehendak Sepihak.

Daerah

Wagub Jambi Hadiri Dies Natalis ke-63 dan Wisuda ke-123 UNJA