EksisJambi.com – Dalam kisah Al-Qur’an, Nabi Shaleh AS di kenal sebagai salah satu utusan Allah yang di utus kepada kaum Tsamud.
Beliau membawa risalah tauhid agar kaumnya menyembah Allah semata dan meninggalkan penyembahan berhala.
Namun, kisah Nabi Shaleh tidak Hanya berhenti pada dakwahnya, melainkan juga pada mukjizat besar berupa seekor unta yang lahir dari permintaan kaumnya sendiri.
Kaum Tsamud yang terkenal keras kepala pernah menantang Nabi Shaleh untuk mendatangkan tanda nyata jika benar ia seorang rasul Allah.
Mereka meminta agar dari kaki bukit di padang pasir keluar seekor unta betina yang besar.
Nabi Shaleh kemudian berdoa kepada Allah, dan dengan kuasa-Nya, muncullah seekor unta sebagaimana yang di minta.
Unta ini bukan hewan biasa. Allah menjadikannya sebagai mukjizat dan tanda kebesaran-Nya.
Bahkan, susu unta tersebut tidak pernah habis meski di perah oleh banyak penduduk setiap hari.
Kaum Tsamud pun awalnya takjub dan mengambil manfaat dari mukjizat tersebut.
Nabi Shaleh kemudian mengingatkan kaumnya agar tidak menyakiti unta tersebut. Allah memerintahkan agar unta itu bebas mencari makan dan minum.
Sementara kaum Tsamud juga tetap dapat mengambil manfaat dari susunya.
Namun, kedurhakaan kaum Tsamud semakin besar. Mereka mulai merasa terganggu dengan keberadaan unta itu.
Hingga akhirnya, dua pemuda kafir dari kaum Tsamud melakukan tindakan keji: mereka membunuh unta mukjizat tersebut.
Perbuatan ini sekaligus menunjukkan penolakan terang-terangan terhadap perintah Allah.
Setelah pembunuhan itu, Nabi Shaleh memperingatkan kaumnya bahwa azab Allah akan datang dalam waktu dekat.
Namun, mereka justru mengabaikan peringatan tersebut. Hingga pada akhirnya, kemurkaan Allah benar-benar turun.
Al-Qur’an menyebutkan bahwa Allah mengirim suara halilintar yang dahsyat.
Mengguncang bumi dan membinasakan seluruh kaum kafir Tsamud.
Tidak ada seorang pun yang selamat kecuali Nabi Shaleh dan orang-orang beriman bersamanya.
Kisah Nabi Shaleh dan mukjizat unta ini termaktub dalam beberapa ayat Al-Qur’an, di antaranya dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 155–158 serta Surah Hud ayat 61–68.
Pesan utama dari kisah ini adalah peringatan bagi umat manusia agar tidak mendustakan utusan Allah, serta menjauhi kesombongan dan kedurhakaan.
Mukjizat unta Nabi Shaleh menjadi bukti nyata bahwa kekuasaan Allah tidak terbatas.
Sekaligus peringatan bahwa siapa pun yang menolak kebenaran akan berakhir dalam kehancuran.(*)







