Bangko,http://Eksisjambi.com – Seorang pria berinisial TI (28), yang bekerja sebagai operator alat berat, kini berurusan dengan hukum setelah di duga melakukan pemerkosaan terhadap seorang janda muda berinisial YN (28) di wilayah Kabupaten Merangin, Jambi. Kejadian bermodus penawaran kerja dan pengantaran pulang itu terjadi pada 8 Agustus 2026 lalu.
Kronologi bermula ketika TI menawari korban bekerja sebagai tukang masak di wilayah Tabir Barat. Tawaran itu awalnya di terima YN, namun setelah tiba di lokasi yang ditawarkan, korban merasa tidak cocok dengan kondisi tempat kerja dan memutuskan menolak serta ingin kembali ke tempat tinggalnya di Bangko. TI kemudian menawarkan diri untuk mengantar pulang.
Dalam perjalanan, TI mengendarai sepeda motor jenis KLX dengan memboncengi korban, sementara rekannya mengendarai motor serupa di belakang. Namun di tengah jalan, TI tiba-tiba membelokkan kendaraannya ke dalam semak-semak, memisahkan diri dari rekannya. Di tempat sepi itulah tindakan bejad itu dilakukan.
“Jalan juga sepi, tidak ada orang. Ingin berteriak posisi di dalam semak, mau melawan saya tidak mampu karena badan TI tinggi besar. Saat itu saya dipaksa membuka celana bawah sehingga hal itu terjadi,” ujar YN dengan penuh tangis.
Setelah kejadian itu, korban masih terpaksa naik motor bersama TI hingga di salah satu persimpangan mereka bertemu kembali dengan rekannya. Korban kemudian dipindahkan ke motor rekannya dan diantar hingga ke kawasan Sungai Manau. Beruntung, dalam perjalanan pulang korban sempat bertemu kenalan dan mendapat tumpangan kendaraan untuk kembali ke tempat tinggalnya.
Merasa di rugikan dan harga dirinya direnggut paksa, YN segera melaporkan kasus tersebut ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Merangin. Korban berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Kini YN mengalami trauma berat pasca-peristiwa itu. Kondisi kian memburuk karena pihak keluarga tersangka kerap menghubungi korban, yang justru menambah tekanan psikologis yang dialami YN.
Hingga berita ini di turunkan, pihak kepolisian belum merilis pernyataan resmi terkait status pelaporan korban. *Bas R*







