SIDOARJO, http://Eksisjambi.com – Industri alas kaki nasional kembali menunjukkan geliat positif. PT Prima Dinamika Sentosa, perusahaan manufaktur alas kaki yang berlokasi di Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, resmi memperoleh izin fasilitas Kawasan Berikat dari Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I. Fasilitas tersebut di yakini akan menjadi pendorong utama bagi perusahaan untuk memperluas penetrasi ke pasar internasional dan meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat global.
Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I, Rusman Hadi, menjelaskan bahwa pemberian izin fasilitas Kawasan Berikat dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemaparan proses bisnis serta penyerahan rekomendasi kepada perusahaan pada Senin (9/6/2026).
Menurutnya, fasilitas Kawasan Berikat merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah untuk mendukung pelaku usaha berorientasi ekspor agar lebih kompetitif di pasar internasional.
“Pemberian fasilitas kawasan berikat ini merupakan salah satu langkah strategis Bea Cukai dalam memfasilitasi pelaku usaha agar semakin kompetitif di pasar internasional,” ujar Rusman.
PT Prima Dinamika Sentosa memiliki target bisnis yang ambisius dengan menetapkan seluruh hasil produksinya atau 100 persen diarahkan untuk pasar ekspor. Produk alas kaki yang diproduksi di Sidoarjo tersebut akan dipasarkan ke berbagai perusahaan dan merek ternama dunia, seperti Dearfoams, Bombas, GAP, hingga Tommy Hilfiger.
Dengan dukungan fasilitas Kawasan Berikat, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan volume ekspor sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi alas kaki dunia. Selain itu, keberadaan perusahaan juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar.
Salah satu manfaat yang paling nyata adalah pembukaan lapangan kerja baru. PT Prima Dinamika Sentosa memproyeksikan penambahan tenaga kerja hingga 1.000 orang dalam kurun waktu tiga tahun ke depan seiring dengan peningkatan kapasitas produksi dan ekspansi pasar ekspor.
Tak hanya itu, perkembangan industri tersebut juga diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Aktivitas pabrik yang semakin besar berpotensi meningkatkan permintaan terhadap berbagai sektor pendukung, mulai dari usaha indekos, rumah makan, kedai kopi, hingga jasa katering bagi karyawan.
Rusman menambahkan bahwa orientasi ekspor penuh yang dijalankan perusahaan juga akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan devisa negara.
“Manfaat lain dari fasilitas kawasan berikat yang diterima perusahaan ialah penambahan devisa negara. Melalui target operasional 100 persen untuk pasar ekspor, perusahaan akan memberikan kontribusi yang nyata dalam penambahan cadangan devisa negara,” katanya.
Selain memberikan keuntungan dari sisi ekspor, fasilitas Kawasan Berikat juga memungkinkan perusahaan memperoleh kemudahan dalam proses impor bahan baku dan material produksi. Dengan demikian, waktu tunggu (lead time) pengadaan bahan dapat dipangkas, sementara modal kerja yang sebelumnya digunakan untuk membayar pungutan impor dapat dialihkan untuk pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas produksi.
Menurut Rusman, kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.
“Bea Cukai senantiasa hadir dan mendukung penuh kemajuan industri dalam negeri. Mari bersama-sama kita dukung produk lokal agar semakin berjaya dan merajai pasar dunia,” tutupnya.
Keberhasilan PT Prima Dinamika Sentosa memperoleh fasilitas Kawasan Berikat menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dapat mendorong pertumbuhan industri berorientasi ekspor.
Dengan target pasar global yang jelas serta dukungan fasilitas fiskal yang memadai, perusahaan ini diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak peningkatan ekspor nonmigas Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.**







