EksisJambi.com – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memajukan sektor pertanian melalui program prioritas nasional bertajuk Tani Merdeka. Program ini menargetkan peningkatan kesejahteraan petani serta mewujudkan swasembada pangan sebagai pilar ketahanan nasional.
Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah langkah strategis yang akan dijalankan secara bertahap dalam lima tahun ke depan.
Peningkatan Produktivitas Pertanian, Pemerintah menargetkan produksi beras nasional mencapai 32 juta ton per tahun. Langkah ini didukung dengan penerapan teknologi modern dalam budidaya pertanian, mulai dari sistem irigasi cerdas hingga penggunaan benih unggul dan pupuk berimbang.
Perluasan Lahan Pertanian, Dalam rangka memperkuat ketersediaan pangan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor, pemerintah berencana mencetak lahan sawah baru seluas 3 juta hektare. Proyek perluasan ini akan difokuskan di kawasan potensial seperti Papua, Kalimantan, dan Sulawesi.
Dukungan Langsung kepada Petani, Petani akan mendapatkan bantuan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk menunjang efisiensi kerja di lapangan. Selain itu, pemerintah juga menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk memastikan harga jual yang layak bagi para petani.
Kemitraan dan Sinergi Multi Pihak Presiden Prabowo mendorong kolaborasi aktif antara pemerintah, kelompok tani, sektor swasta, dan lembaga riset untuk membangun ekosistem pertanian yang kuat dan berkelanjutan. Kemitraan ini mencakup akses permodalan, distribusi hasil panen, hingga pelatihan dan pendampingan teknis.
Pengembangan Infrastruktur Pertanian Pembangunan infrastruktur pendukung seperti irigasi, jalan tani, gudang penyimpanan, dan sistem logistik juga menjadi perhatian utama dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp139,4 triliun untuk sektor pertanian. Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa sektor ini menjadi prioritas utama dalam kabinet Prabowo-Gibran untuk periode 2024–2029.
“Ketahanan pangan adalah pondasi kedaulatan negara. Pemerintah akan memastikan petani kita sejahtera dan mampu menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” tegas Presiden Prabowo dalam salah satu pernyataan resminya.
Dengan program Tani Merdeka Nasional, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga menjadi salah satu lumbung pangan dunia dalam waktu dekat.(Khairuls)







