Jakarta, Eksisjambi.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Pidato tersebut disampaikan menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus 2025.
Dalam pidato yang dihadiri para pimpinan lembaga negara, mantan presiden, tokoh politik, duta besar negara sahabat, dan perwakilan organisasi internasional, Presiden Prabowo mengawali dengan penghormatan kepada seluruh pendahulu yang telah meletakkan dasar-dasar pembangunan bangsa.
Prabowo menegaskan, kemerdekaan sejati adalah terbebas dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan. “Negara kita harus berdaulat secara ekonomi, mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, dan berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.
Perang Melawan Korupsi, Presiden mengungkapkan, selama 299 hari masa kepemimpinannya, pemerintah telah berhasil menyelamatkan potensi kebocoran APBN hingga Rp300 triliun. Anggaran itu sebelumnya rawan diselewengkan pada pos seperti perjalanan dinas dan pembelian alat tulis kantor, dan kini dialihkan untuk program yang lebih produktif.
“Kita paham bahwa korupsi adalah masalah terbesar bangsa ini. Karena itu, saya tidak punya pilihan selain memimpin upaya pemberantasan korupsi di seluruh lembaga eksekutif dan pemerintahan,” ujarnya.
Perekonomian di Tengah Gejolak Global, Meski dunia dilanda ketidakpastian, ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,12% pada kuartal II 2025. Realisasi investasi semester I 2025 mencapai Rp942 triliun, naik 13,6% dari tahun sebelumnya, dan berhasil menyerap 1,2 juta tenaga kerja.
Prabowo menegaskan pentingnya kembali pada amanat UUD 1945, khususnya Pasal 33, sebagai benteng pertahanan ekonomi nasional. “Jika kita konsekuen menjalankannya, bangsa kita akan selamat dan menjadi negara kuat,” kata Presiden.
Program Makan Bergizi Gratis, Dalam 8 bulan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 20 juta anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui. MBG juga menciptakan 290.000 lapangan kerja baru serta memberdayakan 1 juta petani, nelayan, peternak, dan UMKM.
“MBG bukan hanya program sosial, tetapi fondasi untuk menciptakan generasi sehat, cerdas, dan produktif,” tegas Prabowo.
Swasembada dan Ekspor Pangan, Pemerintah membuka 2 juta hektar sawah baru di berbagai provinsi dan menaikkan harga beli gabah menjadi Rp6.500/kg untuk menyejahterakan petani. Hasilnya, Indonesia kini surplus beras dengan cadangan nasional 4 juta ton, bahkan kembali mengekspor beras dan jagung.
Untuk menjaga pasokan dan harga pangan, pemerintah akan mengatur izin khusus bagi usaha penggilingan beras skala besar, dan hanya BUMN/BUMD atau pihak berizin yang boleh menjalankannya.
Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah membentuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Program Sekolah Rakyat juga dibangun bagi anak dari keluarga miskin, disertai renovasi rumah tidak layak huni dan peningkatan kuota pembiayaan rumah melalui FLPP.
“Saya ingin angka kemiskinan ekstrem turun ke 0% secepatnya. Setiap anak Indonesia berhak hidup bermartabat,” tegas Prabowo.
Di akhir pidato, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan gotong royong untuk mencapai cita-cita kemerdekaan. “Kita harus terus bekerja bersama demi Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur,” tutupnya.(*)







