INDERAPURA, http://Eksisjambi.com – Upacara adat Patang Balimau yang di gelar masyarakat Inderapura, Kabupaten Pesisir Selatan, berlangsung khidmat pada Minggu (17/2). Tradisi tahunan ini kembali menjadi momentum penting dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Kehadiran Wakil Walikota Sungai Penuh Azhar Hamzah bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Mawarti Azhar menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kelestarian tradisi adat yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Inderapura.
Upacara Patang Balimau merupakan tradisi turun-temurun yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Secara filosofis, tradisi ini di maknai sebagai wujud persiapan diri, baik secara fisik maupun spiritual, sebelum memasuki bulan Ramadan. Prosesi balimau atau mandi dengan air bercampur jeruk dan rempah-rempah melambangkan upaya penyucian diri lahir dan batin.
Selain sebagai simbol pembersihan diri, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga serta menjaga kesinambungan nilai-nilai adat yang di wariskan oleh para leluhur. Dalam pelaksanaannya, masyarakat berkumpul bersama, memperkuat silaturahmi, serta meneguhkan komitmen menjaga tradisi.
Upacara berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan di hadiri oleh ninik mamak, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat. Kebersamaan yang terlihat dalam prosesi tersebut mencerminkan kuatnya peran adat dalam kehidupan sosial masyarakat Inderapura hingga saat ini.
Dalam kesempatan itu, Azhar Hamzah menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya kepada Kerapatan Nagari Inderapura serta seluruh masyarakat atas terselenggaranya tradisi tersebut. Ia menilai Patang Balimau bukan sekadar kegiatan adat, melainkan simbol persatuan dan kekuatan nilai budaya yang harus terus di jaga.
“Tradisi ini bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga identitas budaya yang mempererat persaudaraan. Patang Balimau menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan hati yang bersih,” ujarnya.
Menurutnya, pelestarian tradisi merupakan tanggung jawab bersama agar warisan budaya tetap hidup dan dapat di kenal oleh generasi penerus. Ia berharap tradisi Patang Balimau dapat terus di laksanakan secara konsisten setiap tahun sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Inderapura.
Dengan semangat kebersamaan yang tercermin dalam pelaksanaan Patang Balimau, masyarakat Inderapura kembali meneguhkan komitmen menjaga nilai adat dan budaya sebagai fondasi dalam menyongsong bulan suci Ramadan.**







