SUNGAI PENUH, – Semangat kebersamaan dan pelestarian adat kembali terlihat di tengah masyarakat Anak Jantan dan Anak Batino Pemangku Rajo Sungai Penuh. Warga secara serentak melaksanakan kegiatan gotong royong untuk menarik Tiang Karamantang Luhah sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Kenduri Sko yang akan di gelar pada 4-5 Juli 2026 mendatang.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kekompakan tersebut di ikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari ninik mamak, tokoh adat, pemuda, hingga kaum ibu. Gotong royong ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam persiapan pesta adat terbesar yang menjadi warisan budaya masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.
Penarikan Tiang Karamantang memiliki makna simbolis yang mendalam. Selain menjadi bagian dari kelengkapan prosesi adat, kegiatan ini juga mencerminkan nilai persatuan, kebersamaan, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga serta melestarikan tradisi leluhur yang telah di wariskan secara turun-temurun.
Sejak pagi hari, masyarakat tampak antusias berkumpul dan bekerja sama dalam proses penarikan tiang. Suasana penuh kekeluargaan terlihat saat warga saling membantu, menunjukkan kuatnya semangat gotong royong yang masih terjaga di tengah kehidupan masyarakat adat.
Tokoh adat setempat menyampaikan bahwa Kenduri Sko bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat tali silaturahmi, menjaga nilai-nilai adat, serta menghormati warisan para leluhur. Oleh karena itu, seluruh tahapan persiapan di lakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk kebersamaan masyarakat Anak Jantan dan Anak Batino Pemangku Rajo Sungai Penuh dalam menyukseskan Kenduri Sko. Tradisi ini harus terus di jaga agar tidak hilang di telan zaman,” ujarnya
Kenduri Sko sendiri merupakan tradisi adat yang sarat makna dalam kehidupan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh. Selain menjadi ajang syukuran dan pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat hubungan antarwarga serta memperkuat identitas adat yang telah di wariskan dari generasi ke generasi.
Dengan di mulainya persiapan melalui kegiatan gotong royong penarikan Tiang Karamantang Luhah, masyarakat berharap pelaksanaan Kenduri Sko pada 4-5 Juli 2026 dapat berlangsung lancar, khidmat, dan sukses serta menjadi momentum memperkokoh persatuan masyarakat adat di Sungai Penuh.**







