http://Eksisjambi.com– Pendaki Gunung Slamet yang sebelumnya di laporkan hilang selama hampir dua pekan akhirnya di temukan dalam kondisi meninggal dunia (MD). Korban di ketahui bernama Ali, yang sebelumnya di duga hilang di jalur pendakian sekitar Pos 4–5.
Proses pencarian yang di lakukan oleh tim SAR gabungan sejak laporan awal tidak membuahkan hasil selama hampir dua minggu. Salah satu faktor yang di duga mempersulit pencarian adalah adanya perbedaan informasi mengenai titik terakhir keberadaan korban.
Berdasarkan keterangan Himawa, rekan pendakian korban, Ali terakhir kali terlihat berada di antara Pos 4 dan Pos 5. Informasi tersebut menjadi dasar utama tim SAR dalam melakukan penyisiran di area bawah jalur pendakian Gunung Slamet.
Namun, setelah pencarian tidak membuahkan hasil, pihak keluarga dan relawan akhirnya berinisiatif meminta bantuan seorang praktisi indigo sebagai upaya alternatif. Dari keterangan yang di sampaikan, di sebutkan bahwa korban masih berada di jalur atas gunung.
Informasi tersebut kemudian mendorong perluasan area pencarian hingga ke jalur pendakian bagian atas. Hasilnya, jenazah Ali akhirnya di temukan di Pos 9 Gunung Slamet, lokasi yang cukup jauh dari titik pencarian awal.
Penemuan ini menjelaskan mengapa upaya pencarian sebelumnya tidak membuahkan hasil, karena fokus utama penyisiran berada di bawah, sementara korban ternyata berada di jalur atas pendakian.
Setelah di temukan, jenazah korban segera di evakuasi oleh tim SAR gabungan dengan memperhatikan prosedur keselamatan, mengingat medan ekstrem dan cuaca yang tidak menentu di Gunung Slamet.
Pihak berwenang mengimbau para pendaki agar selalu mematuhi standar keselamatan, tidak memisahkan diri dari rombongan, serta segera melaporkan kondisi darurat secara akurat guna mempermudah proses pencarian dan penyelamatan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang jelas dan akurat dalam aktivitas pendakian gunung, serta perlunya kewaspadaan ekstra di jalur-jalur ekstrem seperti Gunung Slamet.**







