Eksisjambi.com – Sebuah unggahan yang beredar di media sosial menarik perhatian warganet setelah membagikan informasi mengenai Kitab Tauhid Insan Kamil yang di sebut sebagai karya Tok Kenali dan Datuk Kalampayan.
Dalam unggahan tersebut, penulis mengajak masyarakat yang ingin mendalami ilmu tauhid, makrifat, dan hakikat untuk mempelajari isi kitab tersebut.
Unggahan di awali dengan salam dan permohonan izin kepada anggota grup untuk membagikan kitab yang di klaim berisi berbagai pembahasan mengenai ilmu ketuhanan, hakikat manusia, hingga jalan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam narasinya di sebutkan bahwa kitab tersebut memuat pembahasan mengenai asal-usul kejadian manusia, tata cara salat, zikir, syahadat, salat daim, serta penjelasan mengenai ilmu syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat.
Penulis unggahan juga menyampaikan bahwa tujuan mempelajari kitab tersebut adalah agar seseorang lebih mengenal Allah SWT dan memahami hakikat dirinya sebagai hamba. Menurutnya, mengenal Tuhan merupakan bagian penting dalam perjalanan spiritual seorang muslim.
Selain itu, unggahan tersebut turut mengutip ungkapan yang populer dalam tradisi tasawuf, yakni “Awaluddin Ma’rifatullah” yang di maknai sebagai awal agama adalah mengenal Allah.
Unggahan juga mencantumkan kutipan berbahasa Arab yang sering di kaitkan dengan kajian tasawuf, yaitu “Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu”, yang secara umum di pahami sebagai “Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya.”
Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa ungkapan tersebut bukan merupakan hadis sahih Nabi Muhammad SAW, melainkan lebih di kenal sebagai hikmah yang banyak di gunakan dalam literatur tasawuf.
Oleh karena itu, pemahamannya perlu di pelajari melalui guru yang memiliki kompetensi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam memahami ajaran Islam.
Dalam Islam, seluruh pembelajaran mengenai akidah, tauhid, maupun tasawuf dianjurkan tetap berpedoman kepada Al-Qur’an, hadis yang sahih, serta penjelasan para ulama yang memiliki sanad keilmuan yang jelas.
Unggahan tersebut pun menuai beragam tanggapan dari warganet. Sebagian menilai isi kitab dapat menjadi bahan kajian spiritual, sementara yang lain mengingatkan pentingnya melakukan tabayun dan mempelajari setiap ajaran agama melalui sumber yang dapat di pertanggungjawabkan.*







