Eksisjambi.com – Masih banyak pengendara motor di Indonesia yang percaya bahwa Pertalite lebih boros dibanding Pertamax. Anggapan ini kerap muncul di warung kopi hingga grup WhatsApp. Padahal, faktanya tidak sesederhana itu.
Sejumlah mekanik dan praktisi otomotif menegaskan, irit atau borosnya bahan bakar tidak ditentukan dari jenis bensin, melainkan dari kondisi mesin serta gaya berkendara.
Motor dengan kompresi rendah (umumnya motor harian 9:1–10:1) justru lebih cocok memakai Pertalite (RON 90). Jika dipaksa menenggak Pertamax yang punya RON lebih tinggi (92–95), proses pembakaran malah tidak maksimal. Akibatnya mesin terasa berat dan konsumsi bahan bakar bisa meningkat.
Pertamax memang dibuat untuk mesin dengan kompresi lebih tinggi, biasanya motor sport atau kendaraan premium. Jika dipakai di motor standar, hasilnya justru tidak sesuai harapan. Jadi, bukan Pertalite yang boros, melainkan salah pilih bahan bakar.
Selain itu, faktor paling dominan adalah cara membuka gas, bobot kendaraan, dan kondisi jalan. Pengendara yang hobi menarik gas mendadak jelas akan lebih cepat menguras bensin, meski pakai Pertamax sekalipun.
Mitos yang mengatakan Pertalite lebih boros sebenarnya tidak benar. Untuk motor standar, Pertalite justru lebih cocok dan efisien, sementara Pertamax bisa terasa boros bila tidak sesuai rasio kompresinya.
Singkatnya, pilih bahan bakar bukan karena gengsi atau ikut-ikutan, melainkan sesuai kebutuhan mesin Anda.(*)







