JAKARTA, http://Eksisjambi.com – Mengapa pesantren memiliki peran penting dalam membangun masa depan ekonomi umat dan bangsa? Karena pesantren bukan hanya ruang menuntut ilmu agama, tetapi juga tempat lahirnya generasi berilmu, berakhlak, dan siap memberi manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut di sampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, saat menghadiri diskusi bersama para santri di Pesantren Al Hamid, Jakarta Timur.
Dalam suasana dialog yang hangat dan penuh semangat, Aida mendorong para santri untuk berani memiliki cita-cita tinggi. Ia menegaskan bahwa santri memiliki peluang yang sama untuk menjadi pendidik, pemimpin, wirausahawan, hingga ahli ekonomi dan keuangan syariah.
“Jadikan iman sebagai fondasi, ilmu sebagai bekal perjuangan, dan akhlak sebagai penuntun langkah. Keberhasilan sejati bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi tentang hadirnya kebaikan bagi banyak orang,” ujarnya.
Pesantren sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi
Semangat kemandirian itu tercermin nyata di Pesantren Al Hamid melalui pengembangan unit usaha produktif berbasis pesantren. Salah satu program unggulannya adalah pemanfaatan greenhouse seluas 500 meter persegi sebagai pusat budidaya sayuran.
Greenhouse tersebut tidak hanya menopang kebutuhan konsumsi harian santri, tetapi juga menjadi laboratorium pembelajaran praktik pertanian modern yang efisien dan berkelanjutan. Para santri belajar langsung tentang ketahanan pangan, kewirausahaan, manajemen produksi, hingga penerapan nilai ekonomi syariah dalam pengelolaan usaha.
Dengan pendekatan ini, pesantren tidak lagi di pandang sebatas lembaga pendidikan keagamaan, melainkan juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Kemandirian yang di bangun di lingkungan pesantren turut memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKsyar) nasional melalui inisiatif Gerbang Santri (Gerakan Pengembangan Pesantren dan Rantai Nilai Halal). Program ini mendorong kemandirian ekonomi pesantren sebagai bagian dari rantai nilai halal yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui sinergi bersama berbagai pihak, Bank Indonesia turut mendukung pengembangan unit usaha serta penguatan akses pangan di Pesantren Al Hamid. Dukungan tersebut di harapkan mampu menjadikan pesantren tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah yang lebih luas.
Dari ruang-ruang belajar di pesantren, tumbuh ilmu, kemandirian, dan kontribusi nyata. Ketika ilmu bertemu nilai dan kepedulian, pesantren bukan hanya mencetak generasi berdaya, tetapi juga ikut membangun masa depan ekonomi umat dan bangsa dengan makna yang lebih luas.**







