Oleh: Elas Anra Dermawan, SH (Pengamat Hukum & Founder LBH NADI)
Jambi, http://Eksisjambi.com – Bank 9 Jambi memegang peran penting dalam mendorong ekonomi daerah. Fungsinya tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan.
Agar peran itu berjalan optimal, tata kelola perusahaan harus kuat. Salah satu kunci utamanya adalah fungsi pengawasan oleh dewan komisaris.
Secara hukum, peran komisaris sudah jelas di atur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas dan regulasi perbankan. Komisaris bertugas mengawasi kebijakan dan kinerja direksi.
Pengawasan ini harus di lakukan secara independen, objektif, dan fokus pada kepentingan jangka panjang.
Namun di lapangan, proses pengisian jabatan komisaris sering di pengaruhi kepentingan politik. Intervensi, kompromi, dan praktik patronase masih terjadi.
Kondisi ini berisiko melemahkan pengawasan. Dampaknya bisa berupa konflik kepentingan, tata kelola yang buruk, hingga turunnya kepercayaan publik.
Dalam prinsip Good Corporate Governance (GCG), ada lima nilai utama: transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran.
Peran komisaris sangat penting untuk memastikan semua prinsip itu berjalan.
Karena itu, di butuhkan komisaris yang visioner dan berintegritas.
Komisaris visioner tidak hanya paham perbankan. Ia juga mampu membaca perkembangan ekonomi, tantangan digital, dan kebutuhan masyarakat.
Perannya bukan sekadar mengawasi, tetapi juga memberi arah strategis.
Selain itu, profesionalisme juga penting. Komisaris harus memiliki kompetensi, pengalaman, dan komitmen terhadap etika kerja.
Yang paling mendasar adalah integritas. Tanpa integritas, fungsi pengawasan kehilangan makna.
Komisaris yang berintegritas mampu menjaga independensi, menolak intervensi, dan mengutamakan kepentingan institusi.
Dari sisi hukum administrasi negara, pengangkatan komisaris harus mengikuti asas pemerintahan yang baik. Di antaranya objektif, profesional, dan bebas konflik kepentingan.
Proses seleksi yang transparan dan berbasis merit menjadi langkah penting.
Ke depan, tantangan Bank 9 Jambi semakin besar. Persaingan industri, tuntutan inovasi, dan stabilitas keuangan harus di hadapi.
Karena itu, penguatan fungsi pengawasan menjadi keharusan.
Komisaris yang tepat akan membantu mendorong Bank 9 Jambi menjadi lebih kredibel, adaptif, dan kompetitif.
Ini juga menjawab harapan publik akan pengelolaan keuangan daerah yang bersih dan profesional.
Pada akhirnya, masa depan Bank 9 Jambi sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan. Komisaris memegang peran penting sebagai penjaga arah dan integritas.
Jika fungsi ini berjalan baik, maka Bank 9 Jambi dapat tumbuh menjadi lembaga yang kuat dan terpercaya.**







