Kerinci, Kayu Aro, http://Eksisjambi.com – Suasana tenang di siang hari Desa Patok Empat, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah seorang warga menemukan suaminya meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan, Jum’at (9/1/2026).
Peristiwa memilukan itu pertama kali di ketahui oleh seorang perempuan berinisial K (61). Setibanya di rumah usai mengikuti kegiatan warga, K mendapati pintu kamar terbuka dan menemukan sang suami, S (56) alias Pak N, telah terbujur kaku dalam posisi tergantung menggunakan seutas tali nilon.
Jeritan histeris K sontak mengundang perhatian warga sekitar. Kejadian tersebut kemudian di laporkan kepada aparat kepolisian setempat.
Menindaklanjuti laporan itu, jajaran Polsek Kayu Aro segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari keterangan keluarga dan warga sekitar, korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani di duga nekat mengakhiri hidupnya akibat tekanan ekonomi yang berkepanjangan.
“Dari pemeriksaan awal dan keterangan saksi, tidak di temukan indikasi tindak pidana. Dugaan sementara korban mengalami tekanan hidup akibat masalah ekonomi,” ujar salah satu petugas kepolisian di lokasi kejadian.
Meski sempat menggegerkan masyarakat sekitar, pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas. Keluarga juga menolak di lakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah dan membuat surat pernyataan resmi.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban kemudian di serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kepedulian sosial dan kepekaan terhadap kondisi mental serta ekonomi masyarakat, khususnya di tengah tekanan hidup yang semakin berat.
Pemerintah dan lingkungan sekitar di harapkan dapat lebih aktif memberikan perhatian dan dukungan kepada warga yang mengalami kesulitan.***







