Home / Daerah / Hukum / Internasional / Nasional / Nasional / News / Peristiwa

Kamis, 7 Agustus 2025 - 17:07 WIB

Prabowo Cari Solusi Damai Usai Malaysia Ogah Sebut Ambalat

Jakarta,Eksisjambi.com – Ketegangan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia kembali mencuat terkait sengketa wilayah di perairan Laut Sulawesi. Pemerintah Malaysia menolak penggunaan istilah Ambalat yang digunakan Indonesia untuk merujuk pada wilayah yang disengketakan tersebut.

Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi pernyataan tersebut dengan menekankan pentingnya penyelesaian secara damai. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin menyelesaikan konflik ini melalui ketegangan, melainkan dengan pendekatan dialog dan kepala dingin.

“Kami mencari solusi terbaik bersama Malaysia. Kami tidak ingin ada ketegangan. Ini bisa kita selesaikan dengan semangat persahabatan dan kepala dingin,” ujar Prabowo dalam pernyataannya kepada media, Rabu (7/8/2025).

Baca Juga :  Hj. Hesnidar Haris Tinjau Posyandu Pinang Merah Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Hasan, yang juga dikenal sebagai Tok Mat, menyatakan keberatan negaranya terhadap istilah Ambalat yang selama ini digunakan Indonesia. Ia menegaskan bahwa klaim Indonesia mencakup sebagian wilayah Laut Sulawesi, khususnya Blok ND-6 dan ND-7.

“Kami tidak menerima istilah Ambalat. Wilayah itu, termasuk Blok ND-6 dan ND-7, berada dalam wilayah kedaulatan Malaysia berdasarkan hukum internasional,” ujar Tok Mat.

Malaysia mengklaim bahwa blok-blok tersebut masuk dalam yurisdiksi mereka dan didukung oleh putusan Mahkamah Internasional (ICJ) tahun 2002.

Namun, Indonesia memiliki pandangan berbeda, terutama setelah putusan ICJ terkait Pulau Sipadan dan Ligitan yang juga berimbas pada persepsi atas batas maritim di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Kepala Staf Kepresidenan RI Pastikan Kesiapan Provinsi Jambi Hadapi Karhutla dan Tata Kelola Energi

Meski demikian, kedua negara sepakat untuk tidak membiarkan sengketa ini berkembang menjadi konflik terbuka. Prabowo menegaskan bahwa komunikasi diplomatik antara Jakarta dan Kuala Lumpur tetap terjaga dengan baik, dan kedua negara berkomitmen mencari jalan keluar yang adil dan damai.

Pemerintah Indonesia sendiri masih menganggap wilayah yang diklaim sebagai Ambalat merupakan bagian dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, dan hingga kini belum ada kesepakatan perbatasan maritim resmi antara kedua negara di kawasan tersebut. (*)

 

Share :

Baca Juga

News

Ahmadi Zubir Kembali Himbau Tim dan Simpatisan Tetap Santun

Daerah

Menteri PMK Muhadjir Effendy,Hadiri Milad Muhammadiyah Ke-109
Pindad SS3 M1

Daerah

Pindad SS3-M1: Senapan Serbu Generasi Baru Buatan Indonesia

Advertorial

Teken Komitmen SPMB Berintegritas Tahun Ajaran 2025/2026, Gubernur Al Haris: Tak Ada Titipan

Bangko

Dukung Pendidikan Sehat, Kodim 0420/Sarko Gelar Program Dapur Masuk Sekolah
UTBK SNBT 2026

Daerah

Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Dibuka Hari Ini, Simak Jadwal dan Aturan Pemilihan Prodi
Bupati kerinci Monadi

Advertorial

Bupati Kerinci Buka Rapat Awal Penyusunan Peta Rencana SPBE

Advertorial

Kenduri sko Depati IV, Wako Alfin di Anugerahi gelar Depati Sempurno Tiang Bumi Putih