Moskow,http://Eksisjambi.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto langsung melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin setibanya di Rusia pada Senin, 13 April 2026. Pertemuan berlangsung di Istana Kremlin pada siang hari waktu setempat.
Agenda pertemuan kedua kepala negara tersebut berlangsung cukup panjang, yakni selama sekitar lima jam. Rangkaian di mulai dengan pertemuan bilateral selama dua jam, yang kemudian di lanjutkan dengan pertemuan tertutup empat mata selama tiga jam antara kedua pemimpin.
Dalam pertemuan bilateral, Indonesia dan Rusia menyepakati sejumlah poin strategis untuk memperkuat hubungan kerja sama di berbagai sektor penting.
Salah satu fokus utama adalah peningkatan kerja sama di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) dalam jangka panjang. Kedua negara sepakat untuk memperkuat ketahanan energi, khususnya di bidang minyak dan gas (migas), serta mendorong hilirisasi industri energi guna meningkatkan nilai tambah.
Selain itu, kedua pihak juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama di bidang pendidikan, riset teknologi, pertanian, serta investasi. Investasi tersebut di arahkan pada berbagai sektor strategis, terutama dalam pembangunan industri di Indonesia.
Dalam konteks global, Rusia di nilai memiliki posisi yang sangat strategis. Negara tersebut merupakan salah satu anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan hak veto, serta menjadi salah satu pendiri kelompok ekonomi BRICS. Selain itu, Rusia juga di kenal sebagai salah satu negara dengan sumber daya alam terbesar di dunia.
Pertemuan ini bukan yang pertama bagi kedua pemimpin. Presiden Prabowo dan Presiden Putin tercatat telah bertemu sebanyak lima kali dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Pertemuan terakhir keduanya berlangsung pada Desember 2025 di Moskow.
Langkah diplomasi ini di nilai sebagai upaya strategis Indonesia dalam memperluas kemitraan global serta memperkuat posisi di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi dunia yang terus berkembang.**







