JAMBI, http://Eksisjambi.com – Pembangunan Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi (Betejam) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga pembaruan data Februari 2026, progres konstruksi Seksi 1 yang menghubungkan Betung hingga Tungkal Jaya telah mencapai 39,21 persen.
Berdasarkan informasi dari PT Hutama Karya (Persero), capaian tersebut turut didukung oleh perkembangan pembebasan lahan yang pada Seksi 1 telah menyentuh 55,68 persen.
Di lapangan, pekerjaan konstruksi difokuskan pada pembangunan jalan utama (main road) serta struktur pendukung. Untuk jalan utama, tahapan pekerjaan meliputi pekerjaan tanah, pelapisan pondasi, hingga perkerasan beton. Sementara pada pekerjaan struktur, tim konstruksi mengerjakan pembangunan box culvert untuk sistem drainase, box traffic, serta overpass guna memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga.
Selain infrastruktur utama, sejumlah fasilitas penunjang juga tengah dibangun, di antaranya Gerbang Tol Betung, kantor operasional, serta Rest Area KM 24 yang diharapkan dapat menunjang kenyamanan pengguna jalan di masa mendatang.
Secara keseluruhan, ruas Tol Betung–Tempino–Jambi memiliki panjang 170,7 kilometer dan terbagi dalam tiga seksi. Seksi 1 (Betung–Tungkal Jaya) sepanjang 62,38 kilometer saat ini masih dalam tahap konstruksi. Seksi 2 (Tungkal Jaya–Bayung Lencir) sepanjang 55,76 kilometer juga dalam tahap pembangunan. Sementara Seksi 3 (Bayung Lencir–Simpang Ness/Jambi) sepanjang 52,59 kilometer telah lebih dahulu beroperasi.
Kehadiran jalan tol ini diproyeksikan memperkuat konektivitas antara Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya berkisar tiga jam diperkirakan dapat dipangkas menjadi sekitar satu jam 30 menit.
Selain meningkatkan efisiensi perjalanan masyarakat, ruas tol tersebut di harapkan mampu memperlancar distribusi logistik, mendukung pertumbuhan sektor perdagangan dan pariwisata, serta memicu munculnya pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang koridor Palembang–Betung–Jambi.
Infrastruktur ini juga dipandang sebagai solusi strategis untuk mengurangi kepadatan di jalan nasional, khususnya saat arus mudik dan balik Lebaran maupun libur akhir tahun. Dengan progres yang terus berjalan, proyek ini di harapkan dapat segera memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan perekonomian kawasan.**







