Eksisjambi.com, Kerinci – Kabar baik datang dari pembangunan infrastruktur di Provinsi Jambi bahwa ada satu lagi proyek yang tengah dikebut pengerjaan konstruksinya.
Proyek pembangunan pembangkit listrik ini llpllldigadang-gadang akan memiliki kapasitas untuk pasok listrik se-Sumatera.
Tak hanya itu, infrastruktur kelistrikan di Jambi ini juga diproyeksi mampu menjadi salah satu sumber energi yang lebih bersih.
Lantas, berapa biaya yang dibutuhkan untuk pengerjaan pembangkit listrik yang megah nan hebat ini? Simak selengkapnya berikut ini.
Sumber energi yang bersih dan ramah lingkungan tentu merupakan hal yang dicari oleh banyak orang.
Namun sayangnya, masih banyak pembangkit listrik yang memanfaatkan tenaga uap sehingga justru berkontribusi terhadap kadar polusi.
PLTA ini juga berfungsi sebagai pembangkit peaker di jam-jam puncak saat listrik cenderung banyak digunakan.
Adapun kapasitas yang dimiliki oleh pembangkit listrik ini mencapai 350 MW yang nantinya akan terinterkoneksi dengan sistem kelistrikan PLN di wilayah Sumatera.
Tak hanya itu, infrastruktur ini juga akan dilengkapi dengan empat turbin penggerak yang masing-masing mampu menghasilkan listrik sebesar 110 MW pada kondisi darurat.
Pendanaan untuk proyek ini berasal dari konsorsium bank himbara yang merupakan kerja sama bank lokal meliputi PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk.
Adapun nilai yang melekat pada proyek pembangkit listrik di Provinsi Jambi ini mencapai US$895 juta atau lebih dari Rp13 triliun.
Sehingga sumber energi bersih seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) penting kehadirannya guna meminimalisir kadar polusi udara.
Provinsi jambi dikabarkan tengah mengerjakan sebuah PLTA yang diproyeksi mampu pasok kebutuhan aliran listrik untuk wilayah Sumatera.
Proyek ini berlokasi di Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci dan memiliki nama PLTA Kerinci.
Adapun pihak yang memiliki proyek ini adalah PT Kerinci Merangin Hidro Power (KMH) dengan sistem kontrak Build-Operate-Transfer (BOT) selama 30 tahun.
Setelah kontrak tersebut selesai, maka PLTA Kerinci akan diserahkan ke PLN selaku pihak negara.
Nantinya PLTA ini juga berfungsi sebagai pembangkit peaker di jam-jam puncak saat listrik cenderung banyak digunakan.
Adapun kapasitas yang dimiliki oleh pembangkit listrik ini mencapai 350 MW yang nantinya akan terinterkoneksi dengan sistem kelistrikan PLN di wilayah Sumatera.
Tak hanya itu, infrastruktur ini juga akan dilengkapi dengan empat turbin penggerak yang masing-masing mampu menghasilkan listrik sebesar 110 MW pada kondisi darurat.(#)







