Eksisjambi.com,_PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan peran strategisnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan regional melalui keterlibatannya dalam forum industri pupuk terbesar di Asia yang digelar di Bali. Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyoroti pentingnya kerja sama lintas negara dalam menghadapi tantangan global seperti krisis pangan, deskripsi rantai pasok, dan perubahan iklim. Forum ini menjadi ajang penting untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dari berbagai negara dan memperkokoh posisi strategis Indonesia di kawasan.
Sebagai produsen pupuk terbesar ke-6 di dunia, Pupuk Indonesia memikul tanggung jawab besar dalam memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pupuk. Dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 9,4 juta ton urea dan 4 juta ton NPK, perusahaan ini berperan penting tidak hanya dalam mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga mendorong hilirisasi industri petrokimia di dalam negeri. Pupuk Indonesia juga menegaskan visinya untuk menjadi perusahaan agrosolusi dan petrokimia terintegrasi berkelas dunia.
Dalam forum tersebut, perusahaan menekankan pentingnya memperkuat pasokan bahan baku seperti fosfat dan potash yang belum bisa dipenuhi dari dalam negeri. Untuk itu, Pupuk Indonesia aktif menjalin kemitraan strategis regional dan global serta mempercepat pembangunan fasilitas produksi domestik.
Langkah ini dilakukan guna menjaga keamanan pasokan (feedstock security) dan menjamin keterjangkauan pupuk bagi petani agar produktivitas pertanian terus meningkat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui modernisasi industri seperti revitalisasi Pabrik Pusri IIIB, peremajaan pabrik Amonia PKT II, serta pembangunan pabrik pupuk baru di Fakfak, Papua Barat, sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Seluruh inisiatif ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi pupuk, tetapi juga memperkuat peran Indonesia sebagai hub penting dalam rantai pasok pupuk di kawasan Asia hingga Timur Tengah dan Afrika Utara, serta mendorong terciptanya industri pupuk yang lebih hijau dan inklusif.(*)







